News Ticker

Pakar: Israel Rencanakan Serangan ke Gudang-gudang Senjata Hashd al-Shaabi di Irak

Arrahmahnews.com, IRAK – Seorang pakar keamanan yang dekat dengan badan intelijen Irak mengatakan ada informasi bahwa militer Israel berencana untuk melancarkan serangan udara terhadap gudang-gudang senjata dari Unit Mobilisasi Populer pro-pemerintah, yang lebih dikenal dengan kata Arabnya, Hashd al-Sha’abi, di negara Arab tersebut.

“Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa Israel bersiap untuk mengebom gudang-gudang senjata Hashd al-Sha’abi, dan bukan pusat komando atau benteng para pejuang. Ini sangat mungkin terjadi,” ujar Fadhil Abu Ragheef kepada jaringan berita televisi RT Arab Rusia, Selasa (13/08).

Ia menambahkan bahwa ledakan kuat yang mengguncang pangkalan militer di Baghdad selatan pada Senin malam, bisa jadi adalah bagian dari skenario Israel tersebut.

Baca: Irak: ISIS Terhubung Langsung ke Mossad Israel

Sayf al-Badr, juru bicara Kementerian Kesehatan Irak, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya satu orang tewas dan 29 lainnya terluka dalam ledakan itu.

Sebuah sumber tanpa nama dari Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan gudang amunisi meledak di dalam pangkalan militer polisi federal, bernama Falcon, di daerah Owerij dekat distrik selatan Doura.

Sumber itu menambahkan bahwa ledakan itu diikuti oleh serangkaian ledakan di gudang yang mengirim sejumlah besar pecahan peluru ke rumah-rumah di dekatnya.

Baca: Al-Jarida: Ada Jejak Israel dalam Serangan di Markas Pasukan Populer Irak

Pada bulan Januari, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengisyaratkan selama kunjungan ke Irak bahwa rezim Israel dapat melancarkan serangan terhadap pasukan Hashd al-Sha’abi, yang memainkan peran penting dalam pertempuran kontra-terorisme tentara Irak melawan kelompok teror Daesh dan membantu pemerintah untuk membersihkan negara itu dari teroris Takfiri pada akhir 2017.

Pompeo dilaporkan telah menjelaskan kepada para pejabat Irak saat pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi bahwa Washington tidak akan bereaksi terhadap kemungkinan serangan Israel terhadap para pejuang Hashd al-Sha’abi.

Abdul-Mahdi menyatakan keprihatinan tentang pernyataan itu dan memperingatkan Pompeo bahwa tindakan seperti itu oleh Israel akan memiliki konsekuensi yang besar.

Baca: Israel Dibalik Serangan ke Markas Hashd Al-Shaabi Irak

Bereaksi atas laporan itu, Moein al-Kazemi, seorang komandan Hashd, mengatakan bahwa pasukannya siap untuk memberikan respon “kuat” kepada setiap agresi, memperingatkan rezim di Tel Aviv untuk tidak “bermain api.”

Rezim Israel memiliki catatan menyerang pasukan yang memerangi Daesh di Suriah.

Pada Juni 2018, pejuang Hashd diserang di kota perbatasan Suriah al-Hari, di provinsi timur Dayr al-Zawr, ketika mereka mengejar teroris Daesh keluar dari daerah itu.

Baik pemerintah Suriah dan Hashd al-Sha’abi menyatakan saat itu bahwa serangan di dekat perbatasan Irak-Suriah telah disengaja dan hanya bisa dilakukan oleh Israel atau AS. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: