News Ticker

Mahfud MD: Ulama Saudi Lari ke Indonesia Bawa Jutaan Dolar Sebar Paham Radikal

Mahfud MD, Acara FGD Mahfud MD, Acara FGD

Arrahmahnews.com, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Moh Mahfud MD mengungkapkan, ada fenomena baru dalam pergerakan paham radikal di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi sasaran kalangan radikal dari negara lain.

Ia menyebut, ada ulama radikal dari Arab Saudi datang ke Indonesia dengan membawa uang jutaan dolar AS untuk menyebarkan paham radikal.

Apa yang diungkapkan Mahfud MD senada dengan Andre Vltchek adalah filsuf, novelis, pembuat film, dan jurnalis investigasi. Dia adalah pencipta Vltchek World di Word and Images, seorang penulis novel revolusioner Aurora dan beberapa buku lainnya. Dia menulis khusus untuk majalah online “New Eastern Outlook”. Andre menulis betapa ajaran Wahabisme sebagai senjata Saudi dan barat untuk hancurkan sebuah negara, salah satunya Indonesia.

Baca: Wahabisme Senjata Saudi dan Barat Hancurkan Indonesia

“Sekarang di Saudi Arabia, terjadi penangkapan terhadap ulama yang radikal. Yang belum tertangkap, akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal,” kata Mahfud MD kepada wartawan di sela agenda Focuss Grup Discussion (FGD) Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (16/8), sepeti dikutip Gatra.com.

Para ulama radikal tersebut, tambah Mahfud, telah dan hendak mendirikan pesantren di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya sebagai sarana penyebaran paham radikal.

Baca: Proyek Arab Saudi di Indonesia

“Di beberapa tempat, ada lembaga pendidikan yang tidak dikenal. Dengan murid yang banyak tapi tertutup, di Jogja ada, di Magelang ada, tiba-tiba besar,” ujar Mahfud.

Mahfud berujar, indikasi paham radikal ditunjukkan dari larangan hormat kepada bendera, melarang upacara, serta menghancurkan simbol negara berupa burung Garuda Pancasila.

Baca: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Merespon hal tersebut, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengumpulkan para tokoh bangsa seperti Prof Komarudin Hidayat, KH Yahya Staquf, Prof Alwi Shihab, Hilmar Farid, KH Sholahuddin Wahid, Haedar Nashir, Sudhamek AWS, Romo Benny Susetyo, dan sebagainya, untuk berdiskusi secara tertutup.

Diskusi tertutup tersebut dipandu oleh Deputi dari Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: