News Ticker

Teks Khutbah Jum’at Dewan Fatwa Johor: Menolak Paham Berbahaya “Wahabi”

Ciri-ciri Khawarij dan Teroris Ciri-ciri Khawarij dan Teroris

Arrahmahnews.com, Jakarta – Terjemahan Teks Khutbah Dewan Fatwa Negeri Johor Malaysia, 15 Dzulhijjah bertepatan 16 Agustus 2019. Diterjemahkan oleh Gus Najih A., inti khutbah tersebut tentang Menolak Paham Wahabi yang menjadi ideologi dan ancaman yang sangat mengganggu stabilitas persatuan dan kesatuan umat Islam dan negara, bahkan menjadi embrio terorisme.

Segala puji bagi Allah yang telah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah SWT, kemudian Allah SWT akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS. al-An’am ayat 159).

Baca: TEGAS..Pemerintah Negeri Johor Larang 16 Penceramah Wahabi Berdakwah

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT, tidak ada sekutu baginya, saya juga bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan bagi junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga dan semua sahabatnya.

Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah. Saya berwasiat kepada kalian dan diriku untuk bertakwa kepada Allah. Sungguh beruntung orang-orang yang bertakwa.

Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. al-Nisa ayat 59)

Sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Akhir-akhir ini kita melihat berbagai perkembangan fenomena yang merupakan ancaman terhadap akidah Islam, datang dalam berbagai bentuk, seperti pemahaman yang menyeleweng. Yang memecah belah dan merusak kesucian Islam itu sendiri.

Baca: Polisi Diraja Malaysia Sahkan Wahabi Ajaran Terorisme

Di antaranya adalah paham Wahabi. Karena paham tersebut merupakan paham yang bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Paham Wahabi ini didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab di Semenanjung Tanah Arab. Mereka juga kadang menyamar dengan nama Salafi, Salafiyah, Ansor al-Sunnah, pembaharu, dsb.

Aliran ini membawa pemahaman yang sempit tentang Islam. Mereka suka menyalahkan kelompok lain yang tidak sepaham dengan mereka. Bahkan mengeluarkannya dari Islam. Gemar membid’ahkan.

Di antara ciri mereka adalah:

  1. Membagi Tauhid ke dalam tiga bagian (tauhid trinitas); Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat. Dengannya mereka menganggap rusak tauhid umat Islam yang bertawasul, istighasah, dan tabaruk.
  2. Mereka mudah membid’ahkan berbagai amalan Ahlussunnah wal Jama’ah seperti talqin, tahlil, yasin, qunut, maulid, wirid setelah salat, mengusap muka selesai salat dan berbagai amalan yang mereka dakwa sebagai bid’ah yang sesat.
  3. Mereka memaksa orang lain mengikuti pendapat mereka. Mereka juga merendahkan martabat para ulama. Menolak bermadzhab pada imam yang empat. Mengklaim bahwa mereka melakukan sunnah sedang orang lain bid’ah yang sesat.

Dalam bidang tasawuf mereka juga sangat keras membid’ahkan amalan-amalan tarekat, amalan wirid dan shalawat yang dilakukan oleh masyarakat kita.

Baca: Wahabisme Senjata Saudi dan Barat Hancurkan Indonesia

Sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Oleh Wahabi, amalan masyarakat Islam dianggap telah keluar dari Islam, padahal hal tersebut adalah amalan yang dari dulu diamalkan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), yang mengikuti Imam al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam bidang akidah. Dan dalam Fiqh mengikuti empat madzhab, yaitu Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali.

Karena itu dalam rangka membendung aliran Wahabi ini di Negeri Johor maka Jawatan Fatwa Negeri Johor telah mengeluarkan fatwa bahwa pemahaman dan ajaran Wahabi adalah bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang menjadi pegangan agama mayoritas.

Baca: Mahfud MD: Ulama Saudi Lari ke Indonesia Bawa Jutaan Dolar Sebar Paham Radikal

Paham ini perlu dicegah keseluruhan perkembangannya di Negeri Johor karena ia bisa menimbulkan kekacauan dan menjadi ancaman pada keutuhan umat beragama, persatuan umat, dan keamanan serta keselamatan negara.

Mengakhiri khutbah kali ini, saya ingin menyeru kepada para jamaah sekalian, marilah sama-sama kita menolak dan memberantas paham atau ajaran Wahabi ini dari meracuni pemikiran umat Islam di Negeri Johor.

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Nisa ayat 115:

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”.

Fastaghfiru, fa ya fauzal mustaghfirin, wa ya najata al-taibin… (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: