News Ticker

AS Dipaksa Hentikan Penerbangan di Wilayah Udara Irak

Jet Temour F-18 Amerika Jet Temour F-18 Amerika

Arrahmahnews.com, Baghdad – Militer AS dipaksa untuk mematuhi tuntutan Irak, menghentikan penerbangan pesawat tempur, helikopter dan drone di seluruh wilayah. Perdana Menteri memperingatkan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara akan ditargetkan oleh sistem pertahanan udara Irak.

Komandan senior militer AS di Irak bertemu dengan Menteri Pertahanan Irak minggu ini untuk membahas peringatan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi, yang melarang semua penerbangan militer di wilayah udara Irak. Peringatan ini menyusul ledakan yang tidak dijelaskan di pangkalan al-Saqr di luar ibukota Baghdad, al-Sumariah melaporkan pada hari Jumat.

BacaAbdulmalik Houthi: Serangan Drone Terbaru Bukti Saudi Gagal Paksa Yaman Bertekuk Lutut

Menurut laporan itu, perdana menteri Irak lebih lanjut memperingatkan bahwa aktivitas penerbangan yang tidak sah akan “ditangani oleh pertahanan udara kita segera”.

Sementara ini investigasi seputar ledakan di pangkalan Al-Saqr tetap berlangsung tetapi diperkirakan akan selesai dalam waktu seminggu. Itu muncul di tengah laporan pers bahwa rezim Israel adalah tersangka utama karena melancarkan serangan udara terhadap pangkalan itu, karena sebagai gudang senjata untuk Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak atau yang lebih dikenal dengan Hashd Shaabi – yang memainkan peran kunci dalam mengalahkan teroris Daesh (ISIS).

Baca: Pakar: Israel Rencanakan Serangan ke Gudang-gudang Senjata Hashd al-Shaabi di Irak

Selain itu, seorang komandan PMF yang diidentifikasi sebagai Abu Alaa al-Walae menggambarkan “keputusan Abdul-Mahdi untuk melarang drone Amerika di wilayah udara Irak” sebagai pemberani dalam pesan Twitter yang dikutip oleh AP.

Laporan itu lebih lanjut mengutip seorang pejabat PMF yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa ada bukti serangan pesawat tak berawak yang menyebabkan ledakan baru-baru ini.

Baca: Irak: Israel Tak Boleh ada di Teluk Persia

Ledakan baru-baru ini mengguncang ibu kota Irak, menyulut bahan peledak dan peluru mortir ke langit, merusak rumah-rumah di dekatnya dan membuat penduduk ketakutan hingga berlari ke jalan-jalan dengan ponsel mereka, tambah laporan AP. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: