News Ticker

Dianiaya di Penjara, Lebih dari 600 Tahanan Bahrain Mogok Makan

Penjara Bahrain Penjara Bahrain

Arrahmahnews.com, Bahrain – Lebih dari 600 tahanan politik Bahrain kini melakukan aksi mogok makan untuk memprotes perlakuan buruk di penjara Jaw yang terkenal di negara itu.

Lebih dari 400 napi memulai mogok makan tanpa batas pada hari Minggu pagi (18/08), bergabung dengan 196 orang lainnya yang mulai menolak makanan beberapa saat sebelumnya pada hari Jumat.

Mereka juga menyuarakan solidaritas dengan 15 tahanan politik yang ditahan tanpa komunikasi di penjara Jaw dan yang memulai kampanye mogok makan pada hari Kamis.

Baca: PBB Kecam Rezim Bahrain atas Eksekusi Dua Aktivis

Para tahanan Bahrain ini mengeluh tentang penganiayaan yang mereka alami saat dikunjungi keluarga, mengatakan bahwa mereka dilarang mempraktikkan ritual keagamaan mereka di penjara selain menjadi sasaran pemukulan, tekanan psikologis, dan penyitaan barang-barang mereka.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke media Bahrain, Hasan al-Ghsara, salah satu dari 15 tahanan politik mengatakan bahwa kelompok itu telah memutuskan untuk menolak makanan setelah menghabiskan dua tahun dalam “isolasi sistematis” di penjara Jaw.

Ia mengatakan bahwa para tahanan itu ditahan di bawah “kondisi yang keras,” dan mereka tidak diberikan hak-hak dasar yang dijamin sesuai dengan hukum internasional dan lokal”.

Baca: Meski Sakit, 2 Tahanan Politik Bahrain Tak Diizinkan Peroleh Perawatan Medis

Otoritas Bahrain, katanya, menjadikan para tahanan sebagai sasaran “penyiksaan psikologis” dan menempatkan mereka di bawah “proses pemantauan” yang melanggar privasi mereka.

“Kami telah ditempatkan di bawah pembatasan keamanan yang ketat di kamar pribadi tanpa memberikan alasan rasional untuk itu; kami menderita diskriminasi yang nyata, ”bunyi surat itu. “Kami tidak diperlakukan seperti tahanan lainnya. Kami ditempatkan di ruangan tempat kami dilarang mempraktikkan ritual keagamaan kami dengan bebas”.

Baca: KEJAM! Aktivis Bahrain ini Disiksa Hingga Nyaris Buta

Sejak Februari 2011, rakyat Bahrain secara teratur mengadakan demonstrasi damai, menuntut agar keluarga Al Khalifah melepaskan kekuasaan dan membiarkan sistem yang adil yang mewakili semua warga Bahrain.

Manama merespons demonstrasi itu dengan tangan baja. Pihak berwenang telah menahan para aktivis HAM, membubarkan partai-partai oposisi utama, mencabut kewarganegaraan beberapa aktivis pro-demokrasi, dan mendeportasi mereka yang dicabut kewarganegaraannya. (ARN)

Iklan
  • Jokowi Interview
  • Niluh Djelantik Kritik Dewan Buleleng
  • Idham Azis, Kapolri, Jokowi
  • Permadi Arya
  • Fatwa MUI Jatim
  • Abuya Maliki
  • Kritikan Pedas Netizen: Politisasi Mayat Kubu 02 Tak Beradab
  • Menristekdikti
  • Eko Kuntadhi: Saatnya Rakyat Bangkit Lawan Para Pemfitnah yang Ingin Hancurkan NKRI
  • Cuitan akun twitter Lisa Marlina

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: