News Ticker

Selain Ladang Minyak, Pasukan Yaman Masih Miliki Banyak Target Startegis di Arab Saudi

Tentara Sarung Yaman Tentara Sarung Yaman

Arrahmahnews.com, Yaman – Pasukan Yaman masih memiliki banyak target strategis selain ladang minyak di Arab Saudi, untuk dijadikan sasaran serangan. Komentator politik, Husein Al-Bukhaiti menyampaikan hal ini dalam wawancaranya dengan Press TV.

Menekankan bahwa Yaman masih terus membuka peluang bagi Arab Saudi untuk menghentikan semua serangan mereka dengan syarat Arab Saudi juga berhenti menyerang Yaman, Husein menyatakan masih banyak fasilitas penting lain yang berada dalam jangkauan serangan rudal maupun drone Yaman.

“Jadi sekarang tergantung keputusan Saudi, apakah akan menghentikan atau melanjutkan perang ini. Dan saya yakin, Pasukan Yaman, Unit Rudal Yaman, Unit Drone Yaman, masih memiliki banyak target di dalam Arab Saudi, termasuk pembangkit listrik, ladang minyak di daerah lain, Bandara dan lain sebagainya,” ujar Husein.

Baca: Yaman Serang Kilang Minyak Arab Saudi dengan 10 Drone

Husein juga menyebut bahwa warga Yaman bergembira dengan keberhasilan serangan ke sektor ekonomi Saudi kali ini. Mereka merasa jika Arab Saudi terus merasa aman dari penargetan sektor ekonominya, maka kerajaan akan terus membeli senjata dari AS dan terus menyerang Yaman.

Sebelumnya, Pasukan Yaman melancarkan serangan besar-besaran ke ladang minyak yang berafiliasi dengan Aramco Saudi di timur kerajaan sebagai balasan atas perang Riyadh ke negara mereka.

TV al-Masirah melaporkan pada Hari Sabtu (17/08) bahwa fasilitas minyak di Shaybah, yang memiliki cadangan minyak strategis terbesar di Arab Saudi dekat perbatasan UEA, menjadi sasaran 10 pesawat tak berawak Yaman.

Baca: Arab Saudi Tutupi Kejahatan Perang di Yaman

“Fasilitas yang diserang termasuk kilang minyak dan penyimpanan minyak,” lapor al-Masirah, mengutip juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare’e.

Shaybah, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, terletak di timur kerajaan, dekat dengan perbatasan Uni Emirat Arab.

Sare’e mengatakan operasi itu diluncurkan sebagai bagian dari “pencegahan sah atas kejahatan agresi dan pengepungan” terhadap negara Yaman.

Baca: Lusinan Tentara Bayaran Saudi Tewas dalam Serangan Rudal Yaman

Ia memperbarui seruan kepada perusahaan dan warga sipil untuk menjauh dari semua situs vital di Arab Saudi, menambahkan bahwa jumlah target Yaman di dalam kerajaan “meluas setiap hari” dan bahwa serangan di masa depan akan lebih menyakitkan bagi musuh.

“Pasukan agresi tidak punya pilihan selain menghentikan perang dan mengangkat pengepungan terhadap rakyat Yaman,” kata Sare’e.

Pejuang Yaman secara teratur menargetkan posisi di dalam Arab Saudi sebagai pembalasan atas perang Saudi, yang dimulai pada Maret 2015 dalam upaya untuk memasang kembali rezim yang bersekutu dengan Riyadh dan menghancurkan gerakan populer Houthi Ansarullah.

Agresi militer yang didukung Barat itu, ditambah dengan blokade laut, telah menewaskan puluhan ribu orang Yaman, menghancurkan infrastruktur negara dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: