News Ticker

Inggris Beri Suaka Penjahat Kemanusiaan Irak yang Bekerja untuk Saddam

Saddam Husein Saddam Husein

Arrahmahnews.com, Inggris – Seorang dokter Irak yang pernah bekerja untuk intelijen militer era Baath Irak (Al-Istikhbarat) telah diberikan suaka oleh Inggris.

Dokter, yang diidentifikasi sebagai MAB dalam dokumen pengadilan itu telah dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan karena perannya dalam memperlakukan tahanan yang telah disiksa oleh al-Istikhbarat.

Peran medis di rumah sakit al-Istikhbarat adalah untuk merawat korban penyiksaan, bukan untuk tujuan penyembuhan, tetapi untuk mempersiapkan mereka ke sesi penyiksaan lebih lanjut.

Baca: Mohammed bin Salman New Saddam Hussein Timur Tengah

“MAB” dilaporkan meninggalkan Irak pada bulan Desember 1995, pertama kali menetap di Libya, sebelum datang ke Inggris pada tahun 2000.

Ia dilaporkan tidak mengajukan permohonan suaka sampai 2007, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana dia berhasil hidup di negara itu yang bias-bisanya tidak terdeteksi selama tujuh tahun dan apakah ada agen Inggris yang melindunginya selama periode itu.

Meskipun diselidiki oleh unit kejahatan perang di Kantor Pusat, dan kemudian ditolak perlindungan pengungsi dengan alasan bahwa ia telah “melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan”, MAB berhasil menghindar dari deportasi.

Baca: Yordania Tolak Permintaan Irak Ekstradisi Putri Tertua Saddam

Vonis oleh hakim pengadilan banding Inggris yang menberi suaka kepada MAB, akan mengejutkan para aktivis hak asasi manusia dan korban tak terhitung dari rezim Saddam Hussein.

Ini khususnya terjadi karena MAB tidak pernah menyatakan penyesalan atas tindakannya. Bahkan dokumen pengadilan mengakui bahwa dia “tidak pernah berusaha untuk meninggalkan Al-Istikhbarat selama dinas militernya”.

Dengan kata lain, MAB bukan pembelot dan dia telah melakukan tugasnya dengan bebas dan sukarela.

Keputusan pengadilan akan meningkatkan kekhawatiran baru tentang tingginya konsentrasi penyiksa asing dan penjahat perang di Inggris.

The Telegraph melaporkan pada Juli 2013 bahwa ada hingga 800 penjahat perang asing yang tinggal di Inggris, setidaknya 100 di antaranya telah mengajukan permohonan kewarganegaraan Inggris pada tahun 2012 saja.

Akomodasi para penjahat perang di Inggris sangat kontras dengan sikap keras sistem imigrasi Inggris terhadap para pencari suaka yang normal, termasuk para korban penyiksaan. (ARN)

Iklan
  • Touring Jokowi
  • Suvery LSI
  • MAN 1 Sukabumi
  • Ricuh Intimidasi FPI di Kantor KPU Dibubarkan GJI
  • Takfirisme
  • Sejarah Berdarah Khilafah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: