News Ticker

Netizen Bongkar Provokasi Tri Susanti Diduga Pemicu Kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua

Tri Susanti Tri Susanti

Arrahmahnews.com, Surabaya – Pemilik akun twitter @Airin_NZ unggah sebuah penggalan video seorang wanita bernama Tri Susanti yang menyatakan bahwa soal Bendera tersebut dimasukkan selokan dan dipatah-patahkan ini yang akhirnya menimbulkan Amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya, menurut akun  twitter ini “yg katanya dimasukan ke selokan hingga terjadi Kericuhan. Coba Pak ‪@DivHumas_Polri tanyakan itu ke TRI SUSANTI sprti apa cerita sebenarnya. Jika kita melihat kebelakang. klw gk salah TRI SUSANTI ini dulu adalah saksi Paslon 02 utk gugatan di MK”.

Salah satu perwakilan masyarakat yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua Asrama Mahasiswa Papua meminta maaf di depan media. Permintaan maaf ini terkait adanya salah satu oknum yang meneriakkan kalimat rasis.

Baca: Wiranto: Aksi di Papua Terprovokasi Pernyataan Negatif Insiden Pelecehan Bendera

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” kata Korlap Aksi Ormas Surabaya, Tri Susanti atau Mak Susi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (20/8/2019).

Susi mengklarifikasi jika alasannya mendatangi asrama mahasiswa Papua hanya untuk membela Merah Putih yang isunya dirusak hingga dibuang.

“Kami ini hanya ingin menegakkan bendera merah putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak untuk memasang. Jadi ini bukan agenda yang pertama kali,” imbuh Susi.

Selain itu, Susi menegaskan pihaknya juga tak melakukan pengusiran kepada mahasiswa. Dia hanya ingin bendera merah putih dapat berkibar di asrama.

Baca: Kerusuhan di Manokwari, Massa Bakar Gedung DPRD Papua Barat

“Jadi kami tidak berkeinginan untuk mengusir mereka, kami hanya ingin di asrama tersebut ada bendera merah putih. Tujuan utama kita hanya fokus untuk memasang bendera merah putih aja,” lanjutnya.

“Kalau dibilang bahwa masyarakat Surabaya terjadi bentrok atau ada teriakan rasis, itu sama sekali tidak ada. Jadi kami hanya selama bendera merah putih berkibar dan tujuan kami hanya itu dan kami mohon juga pada rekan-rekan bawa ormas dan masyarakat Surabaya hanya untuk merah putih,” pungkasnya.

Baca: Jokowi: Pemerintah Jaga Kehormatan Pace, Mace dan Mama-mama di Papua

Tapi masalahnya nasi sudah jadi bubur, akibat pernyataannya itu disinyalir jadi pemicu kegaduhan, hingga efeknya melebar sampai ke mana-mana. Ayo pak Polisi segera usut orang ini. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: