News Ticker

Munas Alim Ulama Sentil Dakwah Islam yang Suka Menghasut

  • GP Ansor kecam Penyerangan Jemaah Ahmadiyah NTB
  • Bambang Widjojanto
  • Krismon Turki
  • Takfirisme
  • Farhat Abbas Vs Hotman Paris
  • Lapindo
Munas Alim Ulama di Bali Munas Alim Ulama di Bali

Arrahmahnews.com, Bali – Maraknya pendakwah yang sering membuat sebuah ungkapan yang berbahaya bahkan suka mengkafir-kafirkan orang lain (Takfirisme) dan banyak pendakwah dadakan yang tidak punya basic agama yang baik tiba-tiba jadi ulama. Hal ini yang menyebabkan merusak kedamaian dan persatuan bangsa, gara-gara ideologi takfirisme ini Timur Tengah hancur.

Hal ini dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama sebagai salah satu rangkaian agenda Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghasilkan lima poin rekomendasi atau yang disebut sebagai ‘Seruan Bali’. Salah satunya adalah menyinggung soal dakwah Islam yang berpotensi memecah belah bangsa, seperti dikutip CNNIndonesia.

Baca: Banyak Ustad Online Tak Faham Agama

Mereka memandang bahwa gaya dakwah yang menciptakan Sektarianisme, Ekstremisme, Rasisme, Diskriminasi dan memaksakan kehendak bertentangan dengan ajaran Alquran.

“Itu bisa merusak harmoni bangsa Indonesia bangun keutuhan bangsa. Sikap itu harus diluruskan bersama-sama sebagai wujud amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang benar, santun dan bijak,” kata Ketua Umum Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdhatul Ulama, Saifullah Maksum, saat membacakan seruan tersebut.

Diketahui, seruan para ulama tersebut dibuat tak lepas dari berbagai kejadian kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini diberbagai daerah di Indonesia.

Baca: Kiai Situs-situs Radikal

Lebih lanjut, para ulama turut menyerukan agar metode dakwah harus dilakukan dengan menggunakan cara yang benar dan mengedepankan keteladanan.

“Kegiatan dakwah tak boleh dikotori tujuan apapun kecuali tujuan dakwah. Dakwah harus berikan spirit kehidupan, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Anfal ayat 44,” kata dia.

Poin ketiga, para ulama turut meminta agar PKB menjalin dialog dengan berbagai kelompok keagamaan agar bisa menyerap aspirasinya dengan baik. Tak hanya itu, PKB seharusnya dapat menjadikan diri sebagai parpol yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

“PKB harus diarahkan menjadi rumah besar semua elemen umat beragama dengan berbagai elemen,” kata dia.

Baca: Suriah Sahkan UU Larang Ulama Mengobarkan Perpecahan Sektarian

Selain itu, poin keempat yang diserukan yakni menyarankan agar para ulama dapat mencontoh model dakwah 5 Walisongo di era digital saat ini.

“Dakwah harus didorong untuk memiliki kemampuan adaptasi perubahan pola hidup masyarakat di era ini. Model dakwah Walisongo harus dipertahankan tapi dengan metode dukungan dan media perangkat yang berlaku di era digital,” ujar Saifullah.

Poin terakhir, para ulama menyerukan agar Negara dapat memberikan afirmasi agar model dakwah walisongo bisa eksis dan bisa akses secara digital. Ia juga mendorong agar pemerintah bisa memberikan fasilitas yang memudahkan untuk kegiatan dakwah di media sosial.

“Agar dapat berikan fasilitas untuk kegiatan dakwah yang di publish di televisi, medsos sehingga hak masyarakat untuk pelajari agama dengan benar dapat terjamin dan terjaga,” kata dia. (ARN)

Iklan
  • Erick Thohir dan Ahok, BUMN
  • Saiful Huda EMS
  • Irma Suryani Chaniago VS Rocky Gerung
  • Idham Azis, Kapolri, Jokowi
  • Rudi S. Kamri: Prabowo Sang Petarung yang Selalu Kalah
  • Jangan Suriahkan Indonesia
  • Sumanto Al Qurtuby: Penolakan Yordania terhadap Hizbut Tahrir
  • Cuitan Gus Yaqut ke Dubes Saudi
  • Jokowi lawan Hoaks
  • Cuitan Gus Mus

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: