News Ticker

Rekam Jejak Digital Tri Susanti, Caleg Gerindra Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

Korlap, Tri Susanti Korlap, Tri Susanti

Arrahmahnews.com, Surabaya – Nama Tri Susanti alias Susi mendadak viral di medial sosial. Namanya bahkan sempat bertengger di jajaran trending topic Twitter usai muncul sebagai koordinator lapangan atau korlap aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat lalu (16/8).

Susi memang terlihat ada di lokasi bersama warga dan sejumlah anggota ormas saat asrama mahasiswa digeruduk. Bahkan ada sebuah penggalan video yang diunggah Tri Susanti menyatakan bahwa soal Bendera tersebut dimasukkan selokan dan dipatah-patahkan ini yang akhirnya menimbulkan Amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, inilah salah satu pemicu kerusuhan di depan Asrama Mahasiswa Papua.

Baca: Netizen Bongkar Provokasi Tri Susanti Diduga Pemicu Kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua

Susi sendiri telah meminta maaf kepada publik terkait teriakan salah satu oknum dalam pengepungan asrama di Surabaya yang bernada rasis.

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” ujar dia.

Dari hasil penelusuran yang dikuti dari CNNIndonesia.com, Susi pernah menjadi calon anggota legislatif DPRD Kota Surabaya Dapil 3 dari Partai Gerindra. Namun ia gagal karena tak memperoleh suara yang cukup.

Susi sebelumnya juga pernah bersaksi dalam sidang sengketa pilpres bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi pertengahan Juni lalu. Ia mengaku sebagai relawan pasangan calon nomor urut 02 itu.

Dalam kesaksiannya, Susi mengungkap dugaan lima Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang fiktif di lingkungan tempat tinggalnya. Namun saat ditanya hakim, ia tak dapat memastikan apakah lima DPT yang diduga fiktif itu menggunakan hak pilihnya.

Baca: Eko Kuntadhi: Gerombolan Perusuh Ingin Suriahkan Indonesia

Susi sejak lama memang cukup aktif menjadi relawan Prabowo-Sandi. Dalam beberapa kegiatan, Susi kerap terlihat menghadiri acara Prabowo-Sandi di masa kampanye Pilpres 2019. Ia juga pernah menjadi koordinator saat aksi unjuk rasa dugaan kecurangan pemungutan suara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pascapemilu.

Pada saat kejadian di asrama mahasiswa Papua, Susi mengaku hanya bermaksud menegakkan bendera yang belum terpasang di tempat tersebut. Susi mengklaim tak bermaksud mengusir para mahasiswa Papua.

Tujuan utama dirinya dan warga sekitar serta anggota ormas-ormas saat itu hanya memasang bendera.

“Jadi kami tidak berkeinginan menolak atau mengusir mereka. Kami hanya ingin di asrama tersebut ada bendera merah putih. Selebihnya itu bukan urusan kita. Tidak ada sama sekali (niat mengusir),” ungkapnya.

Susi dan ormas lainnya di Surabaya berharap keadaan di Papua tetap kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan terkait peristiwa di Surabaya.

Caleg dari Gerindra

Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad mengaku tak tahu keanggotaan Susi di Gerindra. Dia mengamini bahwa Susi merupakan caleg dari partainya, namun dia belum bisa memastikan soal status sebagai kader.

“Saya juga belum tahu apakah beliau kader Partai Gerindra apa bukan,” kata Sadad, saat dikonfirmasi.

Sekali pun Susi benar kader Gerindra, menurutnya, tindakan Susi di Asrama Papua tak bisa disebut atas nama partai. Pula, tidak berkaitan dengan sikap Prabowo Subianto, calon presiden yang pernah didudukung Susi.

“Kalau Gerindra itu kan jelas sikapnya Pak Prabowo itu seperti apa ke Papua. Kita ini banyak kader kan, setiap tahun banyak yang masuk dari Papua juga. Pak Prabowo punya hubungan yang dekat dengan Papua,” ujar Sadad.

Baca: Bicara Revolusi dan Bubarkan Negara, Politkus Gerindra Permadi Dipolisikan

Sadad menegaskan bahwa sikap Susi itu adalah sikap pribadi yang tak ada sangkut pautnya dengan Gerindra.

“Dia bertindak di belakang seperti itu kan, itu tidak ada sangkut pautnya dengan Gerindra. Mungkin itu secara pribadi,” tegasnya.

Pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya berbuntut panjang. Aksi protes terjadi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

Mereka tidak terima ketika tahu mahasiswa Papua yang dikepung diteriaki oleh pernyataan-pernyataan rasialis. Karenanya, mereka turun ke jalan untuk menunjukkan aksi protes.

Gelombang aksi dilakukan di Manokwari, Sorong, Jayapura, Mimika, Fakfak dan beberapa daerah lain sejak Senin (19/8). Sejumlah fasilitas umum rusak. Pelayanan publik pun sempat berhenti. (ARN)

Iklan
  • Tukang Ojog Online Papua
  • Cerita Jokowi, dari 'Bantaran Kali' Menuju Istana
  • HTI Benalu Indonesia
  • Teroris, ISIS, Militan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: