News Ticker

Iyyas Subiakto ‘Semprot’ Karni Ilyas dan Tv One “Stop Produksi Kebencian”

  • foto 22 Mei
  • 2 Anak SMPN 21 Batam Tolak Hormat Bendera, Romo Benny: Hormat Bendera Tak Dilarang oleh Agama
  • Parlemen Israel
  • Wajah Kerajaan Arab Saudi
  • Analis AS
Karni Ilyas, Tv One Karni Ilyas, Tv One

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Iyyas Subiakto dalam akun facebooknya mengkritisi program acara di Tv One yang dipandu oleh Karni Ilyas. Iyyas menyatakan bahwa “Tv One dan Karni Ilyas Stop Produksi kebencian”.

Dua kali ini saya menulis tentang Karni Ilyas, intelektual dan wartawan senior ini, seolah sepanjang hari tuanya menyelimuti hatinya dengan rasa iri dan benci kepada Jokowi.

Baca: Surat Protes Terbuka Yusuf Muhammad kepada TV One dan Ustadz Abdul Somad

Adalah bermula atas kekalahan PS yang pertama, dimana ARB sang bos yang saat itu ikut sujud gagal bersama PS, seolah menjadi alasan dia melegalkan produksi fitnah, olok-olok, serta kebencian kepada Jokowi tanpa henti, sekarang saat Jokowi menang lagi, dia makin menjadi-jadi. Dia tetap mengumpulkan bintang tamu kelas caci maki dari mulai RG, RS, FZ, FH, SS, dan sejenisnya. Entah pakai ilmu apa mereka menyemburkan intrik licik mencabik kebenaran yang terus diarahkan menjadi sebuah keburukan.

Mungkin secara pasar ratingnya masih baik untuk Tv yang mengambil segment Tv berita, dengan target pasar pemirsa 45% penduduk Indonesia yang mendukung PS, pasar itu pastilah suka dengan olok-olok yang ditujukan kepada Jokowi, karena memang mereka pikirannya jongkok.

Baca: Muhammad Zazuli: Kenapa Jokowi dan Ahok Dibenci Kelompok Radikal?

Tapi, apakah Karni tidak punya pikiran menjernihkan masalah yang ada, atau at least ada terbesit mencerdaskan orang-orang yang terlanjur berpikir sungsang. Bukan malah di ajak ketepi jurang, gamang melihat kebaikan untuk Indonesia yang sedang dikembalikan kearah yang benar untuk jangka panjang.

Apa Karni tidak mengenal hukum tebar tuai, apa dia lupa apa yang dia supply adalah produk penyubur merendahkan moral masyarakat, yang diajari tidak bersyukur dan punya rasa terima kasih terhadap hasil pembangunan yang hasilnya dalam kurun waktu 5 tahun melebihi hasil 42 tahun dimana Soeharto dan SBY berkuasa, apa fakta ini tidak bisa dilihat dengan mata kepalanya, atau matanya sudah pindah kebagian bawah.

Baca: Ngaku Media Islam Tapi Sebarkan Hoax dan Radikalisme

Tapi kesimpulan spiritualnya adalah, bahwa Tuhan tidak pernah menyesatkan pikiran manusia, DIA hanya membiarkan, manakala terjadi pembiaran dariNya, maka setan dengan mudah menyesatkan pikiran manusia. Karni sedang ada dipusaran itu, pusaran penyesatan bersama atas kendali setan karena Tuhan sedang mengumbarNya, dalam pembiaran yang nyata dan lama. Semoga hal itu ada batas waktunya, dan Karni Ilyas masih sempat mati dalam keadaan khusnul khatimah, bukan sebaliknya. (ARN)

Iklan
  • Cuitan Tengku Zulkarnaen
  • Romo Magnis
  • NU Tak Pakai Istilah Kafir Bagi Non-Muslim, Kiai Ma'ruf: Demi Kerukunan Bangsa
  • Cerita Jokowi, dari 'Bantaran Kali' Menuju Istana

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: