News Ticker

Komandan Senior Pro-Hadi Membelot Dukung Houthi Yaman

Tentara Sarung Yaman Tentara Sarung Yaman

Arrahmahnews.com, Yaman – Seorang pejabat Yaman mengatakan bahwa seorang komandan senior yang setia kepada mantan presiden dukungan Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi, kini telah membelot dengan mendukung pasukan Yaman dan komite populer gerakan Houthi Ansharullah.

Dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya pada hari Jumat, Mohammed Nasser al-Bukhaiti, seorang anggota biro politik gerakan Houthi Ansarullah, mengatakan bahwa Letnan Kolonel Maqbool Ali Ghanem Qahtan, komandan artileri di Brigade ke-156 di Provinsi Jawf, bergabung dengan angkatan bersenjata Yaman.

“Semua yang berada di bawah komando Qahtan juga telah memutuskan untuk membelot ke tentara dan menyerahkan peralatan mereka kepada para pejuang Yaman,” tambahnya.

Baca: Keretakan Hubungan Saudi-UEA di Yaman Kabar Buruk bagi Trump

Baru-baru ini, juru bicara angkatan bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Sare’e mengumumkan bahwa lebih dari 2.000 tentara bayaran telah meninggalkan barisan koalisi Saudi, yang telah terlibat, sejak 2015, dalam perang berdarah di Yaman dengan tujuan mengembalikan Hadi.

Agresi militer yang didukung Barat, ditambah dengan blokade laut, telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman, menghancurkan infrastruktur negara itu, dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

Sebelumnya, pada awal Agustus, Komandan Brigade Pengawal Republik ke-4, sebuah kelompok militer yang didukung UEA di Yaman, telah meninggalkan pasukan dukungan Abu Dhabi ketika bentrokan meningkat di antara kelompok-kelompok yang didukung UEA dan Saudi di Aden.

Baca: Yaman: Komandan Pasukan Dukungan UEA Membelot Dukung Houthi

Mayor Qassem Ahmad al-Khezri, Komandan Pasukan Brigade Pengawal Republik ke-4 yang berafiliasi dengan pasukan Tareq Saleh dan didukung oleh koalisi Saudi-UEA, membelot dari Arab-Emirat dan bergabung dengan tentara Yaman dan Houthi Ansarullah.

Al-Khezri mengatakan kepada outlet berita alkhabaralyemeni, bahwa pasukan yang didukung UEA sekarang terbagi karena mereka menyadari selama ini hanya mematuhi perintah Abu Dhabi yang bertentangan dengan kepentingan nasional Yaman. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: