News Ticker

Komentator: Israel Ingin Hancurkan Timur Tengah seperti Balkan

Proyek Israel di Timur Tengah Proyek Israel di Timur Tengah

Arrahmahnews.com, Iran – Seorang komentator dan jurnalis mengatakan kepada Press TV bahwa serangan Israel terhadap negara-negara kawasan adalah bagian dari upaya rezim Tel Aviv itu untuk menghancurkan Timur Tengah.

Syed Mohsin Abbas berbicara saat dalam program The Deabte from Teheran pada hari Sabtu (24/08) mengatakan hal ini setelah pemboman rezim Israel terhadap posisi yang tampaknya milik Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU).

PMU mengatakan pihaknya menganggap Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas pemboman itu.

Baca: Aktivis: NATO Rangkul Montenegro untuk Militerisasi Balkan

Rezim Israel juga telah menyerang posisi-posisi milik militer Suriah dan sekutunya, yang telah berperang melawan militansi dan terorisme dukungan asing.

Dalam menyerang Irak, Tel Aviv mengklaim telah menyerang “gudang senjata” dalam upaya untuk “menghentikan pengaruh Iran.”

Republik Islam itu memang telah membantu upaya anti-terorisme Irak dan Suriah dengan memberi mereka dukungan militer, tetapi menolak tuduhan mempertahankan pasukan di salah satu negara Arab tersebut.

Baca:Tak Tahan Gempuran Rusia Teroris ISIS Pulang Kandang Ke Balkan

Abbas menyebut Tel Aviv secara efektif adalah sebuah rezim “preman berlisensi”, “yang benar-benar brutal dan melakukan segala jenis pemboman tanpa pandang bulu yang diinginkannya.”

Ia mengidentifikasi serangan terhadap Irak sebagai upaya Tel Aviv “untuk meneruskan destabilisasi … balkanisasi Timur Tengah.”

“Mereka (Israel) menguasai sanksi lengkap dari AS terutama, yang akan memveto suara menentang tindakan Israel di PBB,” tambahnya.

Maxine Dovere, seorang analis dan jurnalis dari New York, yang juga menjadi pembawa acara pada program tersebut, mengatakan, Israel diwajibkan untuk melakukan serangan semacam itu “ketika tempat pembuangan (target) adalah gudang penyimpanan senjata” yang katanya “akan dimaksudkan untuk melukai warga Israel. “

Namun, Abbas mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa target tersebut adalah gudang amunisi atau bahwa mereka akan digunakan untuk melawan rezim pendudukan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: