NewsTicker

Adel Abdul Mahdi: Angkatan Bersenjata Irak Siap Hadapi Agresi Apapun

Adel Abdul Mahdi Adel Abdul Mahdi

Arrahmahnews.com, Irak – Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi mengatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap penuh untuk menanggapi dengan tegas tindakan agresi apa pun yang diluncurkan baik dari luar maupun di dalam Irak.

“Perdana menteri menunjuk pada kesiapan tinggi angkatan bersenjata kita untuk membela Irak, warganya dan lembaga-lembaga negara di samping misi diplomatik yang beroperasi di Irak. Ia juga menekankan kesiapan pasukan Irak untuk merespons dengan tegas dan dengan segala cara tersedia untuk segala agresi yang diluncurkan dari luar atau di dalam Irak,” bunyi pernyataan kantor media Abdul-Mahdi yang dikeluarkan setelah sidang kabinet di ibukota Baghdad, Selasa (27/08).

Baca: Parlemen Irak: Serangan Israel berarti Deklarasi Perang

“Abdul-Mahdi juga menyentuh kontak diplomatik yang sedang berlangsung dengan semua negara tetangga selain negara-negara Arab dan regional serta masyarakat internasional untuk menjelaskan posisi Irak dan guna memobilisasi dukungan regional serta internasional untuk solidaritas dengannya, kebenaran posisinya serta kebijakannya dalam mendukung perdamaian dan stabilitas,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Kabinet menegaskan dukungan mereka untuk “visi yang jelas Abdul-Mahdi dalam mengelola krisis dan meyakinkan kembali kemampuan rakyat dan angkatan bersenjata Irak dan untuk pengembangan signifikan dalam status Irak di lingkungan Arab, regional dan internasional, dan untuk melanjutkan Kebijakan Irak yang jelas untuk menolak eskalasi dan kebijakan memihak serta penggunaan wilayahnya untuk menyerang orang lain.”

Baca: Pakar: Serangan Israel di Irak, Lebanon dan Suriah untuk Picu Perang Regional

“Irak terus memainkan perannya yang berpengaruh dan konstruktif dalam menjinakkan krisis yang mengancam keamanan wilayah (Timur Tengah) dan dunia dan yang merusak upaya untuk memerangi kelompok teroris Daesh …,” katanya.

“Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmen penuhnya terhadap tanggung jawab konstitusional dan nasionalnya untuk mempertahankan keamanan dan keselamatan Irak, rakyatnya, dan kedaulatan nasional … Setiap serangan terhadap wilayah negara, kedaulatan atau angkatan bersenjata merupakan serangan terhadap semua orang,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Lebih lanjut Abdul-Mahdi mencatat bahwa “situasi sensitif yang sedang dilalui Irak membutuhkan tindakan dengan kebijaksanaan, keberanian dan kepedulian yang besar terhadap masa kini dan masa depan Irak dan rakyatnya, dan membutuhkan persatuan jajaran nasional dalam semua aktivitas politik serta medianya”.

Baca: Pejabat Iran: Suriah, Irak dan Hizbullah Akan Tanggapi Serangan Israel

“Irak berhak untuk mengambil tindakan hukum dan diplomatik yang diperlukan dan melalui lembaga-lembaga regional ditambah Dewan Keamanan dan PBB untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya dengan semua cara yang sah,” katanya.

Pernyataan Abdul-Mahdi muncul setelah serangan udara baru-baru ini di negara itu terhadap posisi Unit Mobilisasi Populer (PMU) pro-pemerintah, yang lebih dikenal dengan Hashd al-Sha’abi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: