NewsTicker

Irak Perintahkan Semua Pangkalan Militer untuk Tembak Drone yang Tidak Dikenal

BAGHDAD – Pemerintah Irak memerintahkan semua pangkalan militer untuk menargetkan drone tak dikenal yang terbang di atas wilayah udara negara itu setelah serangan baru-baru ini di kamp-kamp Hashd al-Shaabi, seorang analis senior Irak mengatakan.

Sputnik mengutip Athir al-Shar’e mengatakan bahwa pertemuan telah diadakan antara para pemimpin 3 cabang kekuasaan di Irak dan komandan Hashd al-Shaabi untuk mempelajari hasil serangan terhadap pasukan populer Irak.

Dia menambahkan bahwa penyelidikan rahasia menunjukkan bahwa beberapa pihak dan mungkin sebuah negara tidak jauh dari perbatasan Irak telah berkolaborasi dalam serangan itu, dan menekankan bahwa pemerintah Irak telah memerintahkan semua pangkalan untuk menghancurkan pesawat tanpa awak yang tidak dikenal di langit negara itu.

BacaAdel Abdul Mahdi: Angkatan Bersenjata Irak Siap Hadapi Agresi Apapun.

Al-Shar’e menggarisbawahi bahwa tiga cabang kekuasaan di Irak mengutuk serangan terhadap Hashd al-Shaabi yang beroperasi di bawah pengawasan komando umum Angkatan Bersenjata Irak.

Pasukan Hashd al-Shaabi Irak dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa pesawat tanpa awak Israel yang didukung oleh pesawat AS menghantam posisi mereka di dekat perbatasan Suriah.

Hashd al-Shaabi dalam sebuah pernyataan melaporkan bahwa dua pesawat tak berawak Israel menyerang posisi militernya di Jalan Akashat-Alqaem di provinsi al-Anbar, 15 kilometer dari perbatasan Suriah.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan itu terjadi dengan dukungan udara AS dan pemantauan di dekat lokasi serangan, dan mengatakan bahwa serangan itu terjadi dengan dimulainya operasi tahap 4 Eradeh al-Nasr. Operasi militer yang dilakukan bersama oleh Tentara Irak, Kepolisian dan Hashd al-Shaabi terhadap sisa-sisa ISIS di bagian barat negara itu.

Disebutkan bahwa seorang anggota Hashd al-Shaabi terbunuh dan seorang lainnya terluka dalam serangan pesawat tak berawak Israel.

Sementara itu, komandan Hashd al-Shaabi Hadi al-Jazayeri mengatakan kepada situs berita al-Ma’aloumeh bahwa serangan pesawat tak berawak yang terus-menerus terhadap posisi militer Hashd al-Shaabi tidak akan dibiarkan tanpa respons keras oleh Pasukan Mobilisasi Populer Irak sebagaimana telah diperingatkan oleh wakilnya Abu al-Mahdi al-Mohandes.

Al-Jazayeri menyatakan kekalahan plot AS-Israel yang menargetkan Hashd al-Shaabi di Irak dan wilayah itu, telah mengakibatkan serangan pesawat tak berawak Israel pada posisi militer Hashd al-Shaabi.

Al-Jazayeri juga memperingatkan bahwa penerbangan apa pun yang terjadi di atas langit Irak dan tanpa izin dari pemerintah Irak dianggap sebagai tindakan agresi.

Dalam perkembangan yang relevan pada hari Minggu, Hashd al-Shaabi menumbangkan drone mata-mata di provinsi Nineveh.

Situs Sumeriyeh News mengutip sebuah sumber keamanan Irak yang mengatakan bahwa pasukan intelijen Brigade 50 Hashd al-Shaabi di Provinsi Nineveh mengidentifikasi dan menembakkan pesawat pengintai di kantor pusatnya, provinsi Nineveh.

Hashd al-Shaabi sebelumnya telah menjatuhkan pesawat mata-mata lainnya di wilayah udara Baghdad. Hashd al-Shaabi melacak dan menargetkan pesawat mata-mata di salah satu pusatnya di dekat Baghdad.

Hashd al-Shaabi dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara dari pasukan populer Brigade 12 telah mencegat sebuah pesawat mata-mata di di Baghdad.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Hashd al-Shaabi mencegah pesawat bermusuhan dari melakukan misi pengintaiannya.

BacaAtwan Tanggapi Pidato Sekjen Hizbullah: Zionis Takkan Bisa Tidur Tenang Mulai Sekarang.

Dalam perkembangan yang relevan pada hari Kamis, komandan kedua Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Mohandes, menyatakan Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas serangan baru-baru ini terhadap pasukan sukarelawan.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS, yang telah berkontribusi pada kemunculan kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah, sekarang mempertimbangkan berbagai cara untuk melanggar kedaulatan Irak dan menargetkan Hashd al-Shaabi.

“Kami memiliki informasi yang akurat dan kredibel bahwa Amerika membawa empat pesawat tanpa awak Israel ke Azerbaijan untuk beroperasi di dalam armada AS untuk melakukan serangan mendadak yang ditujukan ke markas militer Irak. Kami juga memiliki informasi, peta, dan rekaman lain dari semua jenis pesawat Amerika, ketika mereka lepas landas, ketika mereka mendarat dan berapa jam terbang,” tandas al-Mohandes. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: