News Ticker

IDF Batalkan Cuti Unit Utara untuk Antisipasi Serangan Balasan Hizbullah

Pasukan Pertahanan Israel, IDF Pasukan Pertahanan Israel, IDF

Arrahmahnews.com, Tel Aviv – Ketika ketegangan meningkat dengan cepat antara Israel dan Lebanon, Pasukan Pertahanan Israel telah membatalkan cuti untuk brigade tempur utara. Sementara itu, PBB telah memperluas misi pasukan penjaga perdamaiannya yang berjumlah 10.500 personil di perbatasan kedua negara.

Kepala Komando Utara Israel, Mayjen Amir Baram, membuat pengumuman pada hari Kamis, mengatakan kepada Times Israel bahwa itu dilakukan untuk menenangkan saraf warga sipil yang tinggal di dekat perbatasan dengan Lebanon.

Garis Biru adalah perbatasan de facto, yang dibuat oleh PBB pada tahun 2000 untuk menentukan apakah pasukan Israel benar-benar telah ditarik dari Lebanon atau tidak. Namun, Garis Biru berbeda dari perbatasan 1949 yang diakui secara internasional, di beberapa tempat sejauh beberapa ratus meter.

BacaPerang Psikologis Hizbullah dan TV Al-Manar Melawan Israel

Berita itu muncul ketika pertempuran kecil antara Israel dan Hizbullah telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, setelah serangan udara 25 Agustus oleh Angkatan Udara Israel yang menewaskan dua anggota Hizbullah di Suriah, dan serangan drone Israel yang gagal di Beirut.

Presiden Lebanon Michel Aoun menyebut serangan itu sebagai “deklarasi perang,” dan menegaskan serangan itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, perjanjian yang mengakhiri perang 2006 antara Israel dan Lebanon.

Hizbullah yang mengalahkan IDF dalam perang itu, bersumpah akan membalas “serangan drone Israel” dan menekankan bahwa tanggapan “tidak akan mengarah pada perang yang tidak diinginkan oleh Hizbullah maupun Israel,” menurut laporan Reuters, pada hari Selasa.

Baca: Israel Dibayangi Serangan Balasan Hizbullah

Baram mengatakan kepada Times of Israel, Jumat, “Anda harus bersiap bukan untuk respons Hizbullah terhadap IDF, tetapi untuk respons mereka terhadap respons kami.” Beberapa hari belakangan ini telah terlihat pesawat Israel mensimulasikan serangan udara pada posisi Lebanon dalam manuver terbang rendah.

“Jika seorang prajurit IDF tergores, respons kami akan keras,” katanya.

“Respons Israel terhadap serangan akan tidak proporsional,” kata seorang perwira senior IDF kepada Channel 12 pada hari Senin, Times melaporkan.

Baca: Takut Serangan Balasan Hizbullah, Tentara Israel Gunakan Boneka di Perbatasan

“Kepala staf memiliki persetujuan penuh untuk bertindak untuk mengganggu kubu Iran, dan semua tindakan [diarahkan untuk itu] tanpa memerlukan keputusan eselon politik,” Baram mengatakan kepada walikota beberapa kota utara Israel pada hari Kamis.

DK PBB “mengutuk semua pelanggaran Garis Biru, baik melalui udara maupun darat, menyerukan semua pihak untuk menghormati penghentian permusuhan, untuk mencegah segala pelanggaran Garis Biru dan menghormatinya secara keseluruhan, dan untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNIFIL,” menurut teks resolusi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: