News Ticker

Zarif: Unitelarisme Kekerasan AS Hancurkan Tatanan Global

Menlu Iran, Zarif Menlu Iran, Zarif

Arrahmahnews.com, Iran – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa “unilateralisme kekerasan” yang terus-menerus digunakan oleh Amerika Serikat telah menjadi ancaman serius bagi sistem internasional dan negara-negara lain.

“Kami percaya bahwa Amerika Serikat sedang mendorong jenis baru unilateralisme dengan kekerasan, unilateralisme ekstremis, yang menghancurkan semua fondasi tatanan global,” kata diplomat tertinggi Iran itu kepada kantor berita Xinhua yang dikelola pemerintah China selama wawancara di China yang diterbitkan pada hari Jumat (30/08).

Komentar ini dibuat Zarif sebagai jawaban atas pertanyaan apakah dia setuju dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bahwa perjanjian nuklir Iran 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) sebenarnya merupakan kontes antara unilateralisme dan multilateralisme.

Baca: Zarif: AS Sengaja Ingin Bakar Timur Tengah

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – AS, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina – ditambah Jerman menandatangani JCPOA pada Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada 16 Januari 2016.

Di bawah perjanjian itu, Iran berjanji untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir.

Namun, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari JCPOA pada Mei tahun lalu dan meluncurkan “tekanan maksimum” terhadap Republik Islam itu, memaksakan kembali sanksi yang telah dicabut di bawah perjanjian.

Baca: Iran: Israel akan Bayar Mahal Agresinya ke Negara-negara di Kawasan

Menguraikan alasan mengapa AS berpegang teguh pada unilateralisme dan apa cara terbaik untuk melawannya, Zarif mencatat, “Multilateralisme adalah langkah-langkah terbaik melawan kecenderungan unilateral oleh Amerika Serikat.”

Ia juga mengatakan bahwa AS dan khususnya administrasi Trump “sangat percaya pada penggunaan langkah-langkah paksaan”, yang “biasanya mengancam kehidupan warga negara biasa,” dan “itulah sebabnya Iran dan China menyebut tindakan oleh Amerika Serikat ini tepatnya adalah terorisme ekonomi.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: