News Ticker

Remaja AS Tembak 5 Anggota Keluarga, 3 Diantaranya Tewas

Police Line Police Line

Arrahmahnews.com, Amerika Serikat – Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun telah secara fatal menembak lima anggota keluarganya di rumah mereka di negara bagian Alabama, AS sebelum membuang senjata dan kemudian memanggil polisi.

Kantor sheriff County Limestone mengatakan kepada media pada hari Selasa (03/09) bahwa penembakan itu terjadi semalam di kota Elkmont.

Polisi mengatakan bahwa lima orang, ayahnya, ibu tiri dan tiga saudara kandung, telah ditembak, dengan tiga meninggal di tempat kejadian dan dua kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Penembakan Massal di New York, 1 Tewas 11 Luka-luka

“Penelepon berusia 14 tahun itu diwawancarai dan mengaku menembak kelima anggota keluarganya di kediaman itu,” katanya di Twitter.

Penyelidik menemukan pistol yang diduga digunakan dalam pembunuhan di “sisi jalan dekat tempat itu dimana (pistol tersebut) telah dilemparkan,” kata kantor sheriff dalam cuitan lain.

“Sang penelepon yang berusia 14 tahun telah ditanyai serta mengaku telah menembak kelima anggota keluarganya di rumah mereka,” demikian pernyataan Kantor Sheriff Limestone County via Twitter.

“Dia (remaja 14 tahun) saat ini sedang membantu penyelidikan dalam mencari lokasi senjatanya, sebuah pistol tangan kaliber 9 mm yang diakuinya dibuangnya di dekat lokasi,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca: Penembakan Massal Terjadi di Virginia, 12 Orang Tewas

Tidak diketahui secara jelas dari mana remaja itu mendapat senjata api. Motif penembakan ini juga belum diketahui.

Penembakan brutal di Alabama ini menambah panjang daftar kasus penembakan massal yang marak di AS. Salah satu kasus penembakan massal terjadi pada akhir pekan lalu di Texas, yang menewaskan tujuh orang dan melukai 22 orang lainnya, termasuk seorang balita.

Baca: Serangan Islamofobia di Inggris Meningkat 593 Persen Pasca Penembakan Christchurch

Bulan lalu, seorang pria bersenjata menembak mati 22 orang dan melukai 24 orang lainnya dalam penembakan brutal di El Paso, Texas. Pada bulan yang sama, seorang pria bersenjata lainnya menembak mati 9 orang dan melukai 27 orang lainnya di Dayton, Ohio.

Di tengah perdebatan sengit soal pembatasan kepemilikan senjata api, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada akhir pekan bahwa pemeriksaan latar belakang terhadap para pembeli senjata api tidak akan bisa mencegah terjadinya aksi serupa. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: