News Ticker

Yusuf Muhammad: Jangan Mau Dibohongi dan Dibodohi Ormas Terlarang HTI

Jangan Mau Dibohongi HTI Jangan Mau Dibohongi HTI

Arrahmahnews.com, Surabaya – Jangan Mau Dibohongi HTI, ujar pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya. Pernahkah kita berfikir, mengapa bendera Arab Saudi yang bertuliskan kalimat tauhid tidak pernah disebut sebagai bendera tauhid atau Panji Rosulullah?

Akhir-akhir ini, di media sosial ramai video dan foto terkait pawai memperingati tahun baru Islam 1 muharram, 1441 H. Pawai tersebut diikuti dengan pengibaran “bendera hitam” yang diklaim sebagai Panji Rosulullah atau bendera Tauhid.

Ada dua bendera yang selalu dikibarkan oleh eks HTI cs pada peringatan 1 muharam, yaitu; Al-Liwa’ (warna putih) dan Ar-Rayah (warna hitam), keduanya sama-sama bertuliskan kalimat tauhid.

Baca: Soal Bendera Rasulullah, Propaganda Bohong HTI dan ISIS

Saya cuma ingin mengingatkan, jangan mau dibohongi oleh ISIS dan HTI cs.

Ketahuilah, bahwa ISIS dan eks HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yang mereka miliki adalah sesuai dengan Liwa’ dan Rayah-nya Rasulullah SAW. Tapi kita bisa cermati, jika keduanya (bendera ISIS dan HTI) benar panji Rosulullah, mengapa bisa berbeda design dan khat tulisan arabnya? Sampai disini sudah paham?

Jadi, mana yang benar sebagai Panji Rosulullah diantara bendera ISIS dan bendera tauhid yang diklaim eks HTI cs ? Modyarr kon! bisa jawab atau tidak?

Bahkan, Arab Saudi yang sudah lama menuliskan kalimat tauhid pada benderanya, pun mereka tidak berani mengkalim itu sebagai Al-Liwa’ atau Ar-Rayah. Tapi lucunya, para “kurcaci” eks HTI cs di sini berani mengklaim apa yang dikibarkan mereka adalah Panji Rosulullah. Edyaaannn tenan.

Baca: TGB: Bendera HTI Tidak Bisa Dinisbatkan pada Bendera Rasulullah

Saya meyakini, kelompok eks HTI cs akan terus memainkan isu agama dalam misi politiknya untuk membodohi umat Islam. Mengapa demikian? Karena dengan membungkusnya dengan agama maka banyak umat yang akan percaya.

“Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah yang batil dengan agama” pesan Ibnu Rusyid.

Dalam sejarah Islam, yaitu dalam konteks bendera dan panji, Rasulullah hanya menggunakannya diwaktu perang, fungsinya untuk membedakan antara pasukan Rasul dengan musuh. Jadi bukan dipakai sebagai bendera negara.

Pertanyaannya, kalau ISIS dan HTI setiap saat mengibarkan Liwa dan Rayah, apakah mereka mau ngajak perang terus? Perang sama siapa? Kok ke mana-mana bawa bendera dan mengkalim paling tauhid? Ampun, saya jadi bertanya: sebenernya mereka ketempelan Jin apa?

Baca: Jawaban Menohok Gus Nadir ke HTI

Kita bisa baca sejarah tentang aksi keompok terorisme yang mengatasnamakan Islam. Semua simbol atau bendera yang digunakan mereka adalah bertuliskan kalimat tauhid. Contohnya; Alqaeda dan ISIS. Begitu juga dengan hizbut tahrir (HT) tak ada bedanya. Sejatinya mereka melakukan propaganda dan kamuflase hanya untuk membodohi umat Islam di seluruh dunia.

Pasca HTI dibubarkan oleh pemerintah, mereka selalu membantah kalau bendera tauhid yang diklaim mereka bukanlah bendera HTI, alasannya karena tidak ada tulisan HTI. Nah, apakah bendera ISIS dan Alqaeda ada tulisan “ISIS dan Alqaeda”? Tidak ada, tapi bendera mereka sudah identik melalui design dan khat tulisan arabnya sehingga sidah dikenali oleh kelompok masing-masing.

Jadi, kalau eks HTI mengkalim bendera yang selalu dibawa adalah bendera tauhid maka itu adalah kebohongan yang besar.

Logikanya begini, apakah jika tiang listrik bertuliskan kalimat tahuid kemudian nama tiang listrik berubah menjadi “tiang tauhid”? Dan apakah jika ada mobil bertuliskan kalimat tahuid kemudian mobil tersebut berubah menjadi “mobil tauhid”? Tidak! penyematan tauhid hanya untuk tameng.

Baca: HTI dan PKI Bukan Agama, Sama-sama Organisasi Terlarang

Jadi, simpulannya bendera tauhid itu tidak ada, yang ada adalah bendera Hizbut Tahrir, yang mana keberadaannya telah dilarang dibanyak negara mayoritas Islam, diantaranya; Saudi Arabia, Mesir, Yordania, Suriah, Libya, Turki dan Suriah.

Dari sini saya kira sudah jelas, dan saya tidak perlu lagi menanggapi debat kusir kelompok yang ngotot mengatakan bendera Hizbut Tahrir adalah bendera tauhid. Rosulullah tidak pernah mengajarkan tauhid untuk dibenderakan atau dibuat dalam asesoris pakaian, tapi tauhid itu sejatinya untuk diimani, ditempatkan dalam hati dan jiwa kaum mukmin.

Lihat saja akibat dari kalimat tahuid dibenderakan dan dijadikan asesoris. Ada yang keluar masuk WC memakai topi dan kaos bertuliskan tauhid. Tauhid yang dibenderakan dipakai untuk demo, untuk mencacimaki, dan sepulang dari demo benderanya dipakai untuk alas kaki. Parah, bukan?

Masih banyak sebenernya yang ingin saya jelaskan, tapi saya kira cukup sekian. Jika ada yang berminat untuk diskusi secara terbuka, saya Yusuf Muhammad insyaAllah siap. Kita diskusi khusus membahas tentang bendera Hizbut Tahrir yang diklaim sebagai Panji Rosulullah dan bendera tauhid oleh kelompok eks HTI cs. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: