News Ticker

Nego dengan Uni Eropa Buntu, Iran Ambil Langkah Tegas Soal Perjanjian Nuklir

Presiden Iran, Hassan Rouhani Presiden Iran, Hassan Rouhani

Arrahmahnews.com, Iran – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negara itu akan memperluas penelitian dan pengembangan nuklir pada 6 September, mengesampingkan pembatasan yang dikenakan pada R&D negara itu dalam perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia.

Rouhani membuat pengumuman itu dalam konferensi pers pada Rabu malam (04/09), setelah pertemuan tiga pihak dengan Kepala Peradilan Iran Seyyed Ebrahim Raisi dan Ketua Parlemen Ali Larijani.

Baca: Tanggapi Sanksi Baru, Iran: Kecanduan Sanksi Rugikan Ekonomi AS Sendiri

Sejak Mei, Iran telah menangguhkan beberapa komitmennya di bawah perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif (JCPOA), yang diraih antara Teheran dan kekuatan dunia pada tahun 2015. Negara itu telah mengurangi komitmen nuklirnya dua kali sesuai dengan pasal 26 dan 36 JCPOA.

Menurut Rouhani, langkah ketiga akan diambil pada hari Jumat, 6 September, setelah pembicaraan antara Iran dan kelompok negara P4+1 tidak membuahkan “hasil yang diinginkan.”

“Kami mengambil langkah pertama dalam mengurangi komitmen kami, dan memberi P4+1 tenggat waktu dua bulan. Kemudian kami melanjutkan dengan fase kedua, memberi mereka tenggat waktu dua bulan lagi. Dalam periode empat bulan, kami mengadakan negosiasi dengan P4+1, termasuk Uni Eropa dan tiga negara Eropa khususnya”, kata Rouhani.

Baca: Moskow: Peluang Selamatkan JCPOA Meningkat Jika INSTEX Terbuka untuk Negara Ketiga

Namun, ia menambahkan, Iran tidak mencapai hasil yang diinginkan, dan dengan demikian akan mengambil langkah ketiga pada hari Jumat.

Pada fase ketiga, Rouhani mengatakan, “Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) akan berkewajiban untuk segera memulai penelitian dan pengembangan pada apapun kebutuhan teknis yang dimiliki negara itu, dan mengesampingkan semua komitmen R&D yang ditetapkan dalam JCPOA.”

Presiden mengatakan AEOI diharapkan untuk memperluas “R&D pada berbagai sentrifugal baru dan apa pun yang mungkin dibutuhkan negara untuk pengayaan uranium” dengan cepat.

Baca: Rouhani: Iran Kembali Aktifkan Reaktor Arak jika Pihak Lain Gagal Penuhi Komitmen JCPOA

“Sebagian besar negosiasi dengan P5+1 (Rusia, China, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman) difokuskan pada waktu R&D … Semua waktu R&D di JCPOA yang menjadi komitmen kami akan sepenuhnya diangkat pada hari Jumat, “kata Rouhani.

“Kami akan melakukan apapun yang kami butuhkan secara teknis … di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan dalam kerangka kerja yang damai,” lanjutnya.

Rouhani pada saat yang sama menekankan bahwa pengurangan tersebut dapat dibalik jika pihak-pihak lain dalam JCPOA memenuhi kewajiban mereka. (ARN)

Iklan
  • Jokowi gendong Anak Berkebutuhan Khusus
  • #Hijrah Berjamaah
  • KH Said Aqil Siradj, Celana Cingkrang, Cadar
  • Akun IG Ali Baharsyah
  • Nyai Solichah Wahid Hasyim
  • Pilpres 2019
  • Gerombolan Radikal

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: