News Ticker

Serangan Drone Israel di Irak Diluncurkan dari Pangkalan Udara AS

Drone Hermes Drone Hermes

Arrahmahnews.com, Baghdad – Israel menggunakan pangkalan udara Amerika di Irak untuk meluncurkan serangan pesawat tak berawak baru-baru ini terhadap posisi Hashd al-Shaabi, kata seorang komandan Irak, memperingatkan bahwa agresi akan dibalas jika diulang.

Ali al-Yasseri, komandan kelompok perlawanan Irak Saraya al-Khorasani, mengatakan semua serangan Israel terhadap Irak tidak langsung, dan diluncurkan dari pangkalan AS di Irak.

BacaAS Tekan Baghdad Tak Rilis Hasil Penyelidikan Serangan atas Hashd al-Shaabi

“Drone yang terbang di wilayah udara Irak telah lepas landas dari pangkalan AS,” katanya kepada Al Alam News Network.

Komandan Irak mengatakan pasukan perlawanan di masa lalu telah mengalahkan Israel dan mampu melakukannya lagi berkat kekuatan mereka yang meningkat hari ini.

“Hashd al-Shaabi hari ini menikmati kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan kemenangan baru bagi Irak,” katanya.

Militer Irak mengatakan pada 26 Agustus bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap serangan Israel yang menewaskan dua pejuang Hashd al-Sha’abi di dekat kota al-Qa’im dekat dengan perbatasan Suriah.

Jaringan televisi TV al-Ahad melaporkan pada 19 Juli bahwa sebuah drone menjatuhkan bahan peledak ke pangkalan milik Unit Mobilisasi Populer pro-pemerintah di dekat kota Amerli, yang terletak sekitar 170 kilometer dari utara ibukota, pada dini hari. Serangan itu menewaskan setidaknya satu pejuang PMU dan melukai empat lainnya.

Baca: Lawan Israel, Hashd al-Shaabi Bentuk Angkatan Udara

Rezim Israel juga memiliki catatan menyerang pasukan yang memerangi teroris Takfiri Daesh atau ISIS di Suriah.

Dilaporkan pada hari Kamis bahwa Unit Mobilisasi Populer telah membentuk Direktorat Angkatan Udara mereka sendiri setelah penyelidikan pemerintah mengungkapkan bahwa rezim Israel berada di balik beberapa serangan terhadap pangkalan pasukan Hashd Shaabi.

Sementara itu, seorang pejabat lokal di provinsi Anbar mengatakan konvoi 108 truk besar yang diisi dengan berbagai peralatan militer yang datang dari Yordania telah tiba di Irak melalui penyeberangan perbatasan Trebil, dan memindahkannya ke Ayn al-Asad Airbase, sebelah barat Anbar.

Baca: Hashd al-Shaabi Buru Sisa-sisa Teroris ISIS di Anbar

Sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa “konvoi itu ditemani oleh perusahaan keamanan bernama Kingdom of Peacock.”

Kembali pada bulan Mei, dilaporkan bahwa perusahaan tentara bayaran terkenal AS Blackwater telah kembali ke Irak, dan sedang melatih para teroris Daesh yang dikalahkan di pangkalan udara Ayn al-Asad.

Blackwater diusir dari Irak pada 2007 setelah tentara bayarannya menewaskan 14 warga sipil di alun-alun Nisour, Baghdad, dalam sebuah kejahatan yang menandai puncak pelanggarannya terhadap Irak selama invasi AS ke negara itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: