News Ticker

Bela Djarum, Kemenpora “Smash” KPAI dan Yayayasn Lentera Anak

Perseteruan KPAI Vs PB Djarum Perseteruan KPAI Vs PB Djarum

Arrahmahnews.com, Jakarta – Tulisan menarik pegiat medsos Budi Setiawan di akun facebooknya yang menjelaskan langkah PB Djarum, Kemenpora menghadapi KPAI dan Yayasan Lentera Anak (YLK). Bela Djarum, Kemenpora Smash KPAI dan Yayasan Lentera Anak (YLK).

Nampaknya pertikaian soal audisi bulutangkis bergeser ke Kemenpora melawan KPAI dan Yayasan Lentera Anak (YLA). Kemenpora membela Djarum melalui surat yang menegaskan bahwa Djarum tidak mengeksploitasi anak. Bahkan Djarum disebut sebagai pihak yang membantu peningkatan prestasi olahraga, khususnya bulutangkis.

Baca: Surat Terbuka Denny Siregar Kepada Bos Djarum, Jangan Berhenti

Djarum sendiri tampaknya mengambil posisi di luar lapangan. Menyaksikan Kemenpora dan KPAI serta YLA saling adu smes (smash) dan lop. Koknya adalah aturan hukum. Wasitnya masyarakat. Sekaligus penonton yang bertaruh adu argumen ini berakhir straight atau long set. Siapa pemenangnya. Raketnya jebol atau tidak.

Ada indikasi kuat, Kemenpora dan KOI berpihak pada Djarum yang sudah menggelontorkan milyaran rupiah untuk bulutangkis.

Masalahnya, tidak ada satupun yang mau menandingi kekuatan manajemen dan tentu saja uang Djarum dalam meningkatkan mutu pebulutangkis. Tanpa Djarum, bulutangkis nasibnya terpental ke peringkat dasar. Karena itu dengan segala cara, Kemenpora akan memegang erat Djarum agar jangan sampai lepas.

Jika sampai pengadilan, mungkin dasar hukumnya adalah bahwa PB Djarum bukanlah perusahaan rokok tapi klub bulutangkis. Dia akan mempergunakan dalil dan fakta bahwa Badminton World Federation selama bertahun-tahun tidak mempermasalahkan kata Djarum di arena pertandingan.

Ini celah bagi PB Djarum mementahkan klaim YLA dan KPAI bahwa dia adalah perusahaan rokok yang mengekploitasi anak. Tapi Djarum hanya mau maju ke jalur hukum jika mendapat dukungan kuat.

Baca: Iyyas Subiakto: Djarum Dibenci dan di Caci Maki Tapi Berkontribusi untuk NKRI

Dukungan ini penting karena bisa jadi, jika sukses membunuh audisi bulutangkis PB Djarum, KPAI dan YLA akan menyasar aneka bea siswa yang dikeluarkan oleh Djarum Foundation. Termasuk bea siswa sekolah dan kuliah. Menanam pohon, membangun taman, mendanai penyemaian bakat seni dan sebagainya. KPAI dan YLA akan melarang itu semua dengan alasan sama. Eksploitasi anak.

Tanpa dukungan kuat, Djarum juga dipastikan mundur meski dasar hukum Djarum Foundation tegas menyatakan dia adalah yayasan. PB Djarum adalah klub bulutangkis. Bukan pabrik rokok.

Djarum nothing to lose. Audiensi umum tetap dilakukan tanpa embel-embel Djarum. Sambil mempertontonkan dompetnya yang tebal serta menunjukkan masa depan suram perbulutangkisan nasional jika isi dompet itu tidak dipergunakan.

Baca: Eko Kuntadhi Bongkar Modus Pembunuhan Bulutangkis oleh KPAI

Djarum juga akan dengan sabar menunggu sepak terjang YLA yang makin panik karena harus ada hasil nyata di bulan Februari tahun depan yakni batas waktu Bloomberg bagi YLA untuk setor laporan penggunaan dana bantuan.

Djarum dipastikan tidak akan menyerahkan dana pembinaan bulutangkis ke pihak ketiga. Dia lebih suka mengelola uangnya sendiri. Dan karena itulah, dia lebih suka mundur ketimbang kepusingan sendiri memantau dana yang dikelola pihak ketiga yang belum terbukti kredibilitasnya.

Djarum sekarang ini nongkrong dipinggir lapangan menyaksikan berbagai pihak blingsatan. Seraya mencari cara lain untuk meneruskan usaha luhurnya.

Karena tidak seperti KPAI atau YLA. Djarum tidak bakal tega melihat anak-anak yang punya mimpi dan bakat dibiarkan keleleran. Djarum will do something. Agar anak-anak bangsa tersenyum bahagia. Yang seharusnya ini tugas pokok KPAI dan YLA. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: