News Ticker

Kerajaan Saudi Kembali Tangkap Ulama Karena Kritik Kebijakan Pemerintah Tentang Hiburan

Sheikh Omar Al-Muqbel Sheikh Omar Al-Muqbel

Arrahmahnews.com, Arab Saudi Pemerintah Saudi Arabia kembali menangkap seorang pengkhotbah gara-gara mengkritik kebijakan pemerintah tentang hiburan. Aktivis media sosial juga telah mengkonfirmasi berita tentang penangkapan Sheikh Omar Al-Muqbel, seorang profesor di Fakultas Syariah di Universitas Qassim.

Sheikh Omar Al-Muqbel mengkritik praktik hiburan dan hura-hura yang dijalankan oleh pemerintah. Dia mengatakan dalam khotbah beberapa hari yang lalu bahwa kegiatan-kegiatan ini melupakan masyarakat dari identitasnya, merujuk pada pesta, nyanyian, tarian dan diskotik yang dilegalkan oleh Kerajaan baru-baru ini.

BacaArab Saudi Cegat Pengiriman Bahan Bakar Penting Masuki Yaman

Al-Muqbel selama khotbahnya menegaskan bahwa dia bukan anti hiburan, bahkan tidak masalah selama itu “masih berada dalam koridor syariat baik ucapan maupun perbuatan. Kami menentang pemisahan masyarakat dari identitasnya dan penghilangan rasa malu atas nama hiburan.” Pernyataan ini ditujukan karena partisipasi seniman dan selebritis dalam konser dan tarian di Kerajaan.

Otoritas Publik Saudi didirikan pada 7 Mei 2016, yang mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas hiburan. Orang pertama yang menduduki pos ini adalah Ahmed bin Aqeel al-Khatib, kemudian dibebaskan dari jabatannya pada 18 Juni 2018, dan digantikan oleh Turki Al-Sheikh.

Baca: Persatuan Ulama Tunisia: Saudi Gunakan Uang Haji untuk Bantai Muslimin di Negara Lain

Surat kabar Jerman Die Zeit pernah menulis tentang Mohammed bin Salman sebagai seorang yang “sangat korup, serakah dan sombong,” terlebih karena ia menempati beberapa posisi sekaligus. Tapi semua ini ditutupi dengan berbagai keputusan kontroversial yang memicu gaduhan dikalangan ulama konservatif.

Baca: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Ia tampil sebagai seorang pembaharu, yang mau melakukan bisnis dan mendapatkan dana bagi Arab Saudi, melalui serangkaian keputusan seperti mencabut larangan kaum perempuan menyetir mobil, bioskop, menonton pertandingan sepak bola, musik, diskotik, tarian dan hiburan lainnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: