News Ticker

Rusia: Rencana Aneksasi Netanyahu Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

PM Israel dan Putin PM Israel dan Putin

Arrahmahnews.com, Rusia Janji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Lembah Jordan akan meningkatkan ketegangan di kawasan. Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan hal ini pada hari Rabu (11/09) sebagaimana dilaporkan Anadolu.

“Kami prihtin atas rencana kepemimpinan Israel semacam itu, yang implementasinya dapat mengarah pada peningkatan ketegangan yang tajam di kawasan dan merusak harapan untuk terciptanya perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya,” ujar kementerian tersebut kata dalam sebuah pernyataan.

Baca: Netanyahu Janji Rebut Lembah Yordan Jika Terpilih Kembali

Pernyataan itu muncul sehari setelah Netanyahu berjanji bahwa jika ia memenangkan pemilihan umum yang dijadwalkan 17 September, ia akan mencaplok sebagian tanah yang diduduki di Tepi Barat termasuk utara Laut Mati dan Lembah Jordan.

Moskow juga menegaskan kembali posisinya yang “konsisten dan tidak berubah” terhadap konflik Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara dalam perbatasan 1967.

Pada hari ini, Kamis (12/09), Netanyahu akan melakukan perjalanan ke kota pantai Rusia Sochi, di mana ia direncanakan untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca: Jet Su-35 Rusia Cegah Serangan Udara Israel ke Suriah Selatan

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 pemukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina melihat wilayah ini, bersama dengan Jalur Gaza, sebagai bagian integral dari pembentukan negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana illegal. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: