Amerika

1300 Orang Masih Hilang Pasca Badai Terjang Bahama

Arrahmahnews.com, BAHAMA – Para pejabat pada hari Kamis (12/09) mengatakan bahwa sekitar 1.300 orang masih belum ditemukan di Bahama setelah Badai Dorian, angka ini turun dari 2.500 orang yang dilaporkan hilang sebelumnya.

Badan Manajemen Darurat Nasional Bahama (NEMA) mengaitkan penurunan tersebut dengan referensi silang dari nama orang yang hilang dengan mereka yang berada di tempat penampungan.

Pihak berwenang Bahama telah menempatkan jumlah korban jiwa dari badai Kategori 5 yang menghancurkan sejauh ini, dengan mengatakan mereka memperkirakan jumlah itu akan meningkat secara signifikan, dan, menurut mantan perdana menteri, jumlah korban akhir bisa mencapai ratusan.

“Berdasarkan informasi yang saya miliki, berdasarkan pengetahuan saya, ada ratusan orang yang meninggal,” ungkap mantan perdana menteri Hubert Ingraham sebagaimana dikutip surat kabar Nassau Guardian pada hari Rabu.

Baca: Korban Tewas Amukan Badai Dorian di Bahama Capai 43 Orang

“Saya tidak memperhatikan 50,” kata Ingraham setelah melakukan tur Pulau Abaco yang dilanda badai, menggemakan pernyataan sebelumnya dari rekannya yang masih menjabat. “Ratusan orang telah tewas di Abaco, dan sejumlah besar di Grand Bahama, pulau lainnya rusak parah akibat badai,” katanya.

Komisaris polisi Bahama Anthony Ferguson mengatakan jumlah kematian terakhir akan membutuhkan waktu lama untuk ditetapkan.

Rantai pulau masih pulih dari badai Kategori 5 Dorian, yang menghantam Bahama pada awal September di pendaratan terburuk di Atlantik di jalurnya.

Baca: Presiden Mozambik: Jumlah Korban Tewas akibat Badai mungkin Lebih dari 1000 Jiwa

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berencana untuk pergi ke Bahama pada hari Jumat untuk mengekspresikan “solidaritas yang mendalam” dengan kepulauan Atlantik dan menyerukan lebih banyak dukungan internasional untuk pulau-pulau tersebut.

Guterres juga mengatakan topan itu merupakan peringatan akan bahaya perubahan iklim.

“Semua ini adalah demonstrasi dari apa yang kita semua katakan di masa lalu,” katanya. “Perubahan iklim berjalan lebih cepat dari kita dan kita perlu memiliki pendekatan yang jauh lebih ambisius dalam apa yang kita lakukan untuk mengalahkan perubahan iklim tersebut.” (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.832 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.350.725 hit

Pesan Penting

Senjata media lebih ampuh daripada senjata di medan perang. Kita harus lebih mengkhawatirkan senjata media Musuh. Sayangnya di bidang ini kita lemah. Dengan perantara media dan propaganda, musuh ingin menghancurkan persatuan kita. Karena itu, semaksimal mungkin kalian harus berkoordinasi dan bersatu mengejar satu tujuan. Semoga kita sukses dalam pekerjaan ini dan dapat berkhidmat kepada rakyat.

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: