NewsTicker

Sumbang Gaza, Puluhan Warga Yordania Ditangkap Pemerintah Saudi

Arrahmahnews.com, ARAB SAUDI – Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah menangkap puluhan warga negara Yordania yang tinggal di kerajaan dengan tuduhan mengumpulkan dan mengirim sumbangan kepada warga Palestina yang miskin di Jalur Gaza yang terkepung.

Mustafa al-Assaf, juru bicara blok parlemen Reformasi, yang mewakili oposisi di parlemen, mengatakan kepada situs berita online, al-Khaleej, pada hari Kamis (12/09) bahwa para pejabat di kerajaan konservatif itu telah melakukan kampanye penangkapan terhadap 60 warga Yordania, meskipun ada fakta bahwa mereka telah tinggal di negara itu selama bertahun-tahun tanpa catatan kriminal atau menyebabkan masalah keamanan apapun.

Sebelumnya, mantan anggota parlemen Yordania, Hind al-Fayez dan jurnalis Helmi al-Asmar, telah memberitakan kabar tentang otoritas Saudi yang menangkap 60 warga negara Yordania, termasuk diantaranya adalah jamaah Haji, tanpa tuduhan atau persidangan.

Baca: BIADAB! Kampanye Intensif Kerajaan Saudi Tangkapi Warga Palestina

Fayez mengatakan keluarga para tahanan telah melakukan protes di depan kedutaan besar Saudi di ibu kota Yordania, Amman, untuk menuntut pembebasan segera orang-orang yang mereka cintai.

“Blok parlemen Reformasi telah menindaklanjuti masalah tahanan Yordania di penjara Saudi, dan membahas masalah itu kepada Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat beberapa kali, dan jawabannya adalah bahwa mereka masih berkomunikasi dengan otoritas Saudi,” kata Assaf.

Ia menambahkan bahwa warga negara Yordania yang ditangkap itu mengumpulkan sumbangan untuk orang-orang di Jalur Gaza dengan sepengetahuan dan persetujuan para pejabat Saudi, dan tidak melakukan hal lain selain itu.

Baca: TERUNGKAP! Saudi Tangkap dan Siksa Ratusan Warga Palestina yang Tinggal di Kerajaan

Pada hari Sabtu, Pengawas Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, sebuah organisasi independen, organisasi nirlaba, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa lusinan warga Palestina telah menghilang secara paksa di Arab Saudi dan nasib mereka tetap tidak diketahui.

Kelompok hak asasi yang berbasis di Swiss mencatat bahwa mereka tidak dapat menunjukkan persisnya berapa jumlah orang Palestina yang menghilang secara paksa di Arab Saudi, tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki nama-nama sekitar 60 warga Palestina yang mengalami nasib itu.

Komunitas Palestina di Arab Saudi percaya bahwa jumlah sebenarnya dari para korban penculikan jauh lebih tinggi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: