News Ticker

Pakar: Serangan terhadap Aramco jadikan Penghapusan Sanksi Iran Penting

Kebakaran Hebat di Fasilitas Minyak Aramco Kebakaran Hebat di Fasilitas Minyak Aramco

Arrahmahnews.com, Iran – Para ahli mengatakan bahwa pasokan minyak penting yang hilang karena serangan Yaman terhadap pabrik produksi Arab Saudi hanya dapat dikompensasi jika Amerika Serikat memudahkan sanksi atas penjualan minyak mentah oleh Iran.

Sandy Fielden, seorang analis di Morningstar, sebuah perusahaan jasa keuangan global yang berbasis di AS, mengatakan pada hari Sabtu (14/09) bahwa stok minyak saat ini di Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, tidak akan cukup untuk mengkompensasi hilangnya sekitar 5 juta barel per hari (bpd) yang disebabkan oleh serangan pada hari sebelumnya yang menargetkan fasilitas minyak vital kerajaan di timur negara itu.

Serangan-serangan itu “mengakibatkan penghentian sementara produksi di pabrik Abqaiq dan Khurais,” kata Pangeran Abdulaziz bin Salman, menteri energi Saudi dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Badan Pers Saudi (SPA).

Baca: VIDEO: Kebakaran Hebat di Fasilitas Minyak Aramco Pasca Serangan Yaman

“Ini menyebabkan gangguan sekitar 5,7 juta barel minyak mentah, atau sekitar 50 persen dari total produksi,” tambahnya.

Fielden mengatakan gangguan itu dapat menyebabkan lompatan nyata dalam harga minyak global, menambahkan bahwa AS, pemain utama di pasar minyak dan sekutu Saudi, tidak akan memiliki pilihan selain membiarkan Iran melanjutkan ekspor minyak mentahnya setelah berbulan-bulan penghentian yang disebabkan oleh sanksi unilateral Washington.

“Bagaimanapun juga, Iran memiliki bertanker-tanker penuh simpanan (minyak) yang siap untuk dijual,” katanya, menambahkan, “Perbaikan jangka pendek yang jelas akan menjadi keringanan terhadap sanksi Iran.”

Baca: Jubir Militer Yaman Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Fasilitas Aramco

Gerakan Houthi Ansarullah yang berkuasa di Yaman mengatakan pada hari Sabtu bahwa drone-drone mereka telah berhasil menyerang dua pabrik minyak di Abqaiq, jantung industri minyak Arab Saudi, di Provinsi Timur kerajaan.

Houthi mengatakan serangan itu merupakan tanggapan tegas terhadap pemboman tanpa henti Arab Saudi terhadap Yaman, dimana puluhan ribu warga sipil tewas sejak Riyadh meluncurkan kampanye militer ilegal empat tahun lalu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: