News Ticker

Harga Minyak Menggila Pasca Serangan Drone Yaman, Trump Rilis Cadangan Minyak

Harga Minyak dunia Melonjak Tajam Harga Minyak dunia Melonjak Tajam

Arrahmahnews.com, Amerika Serikat Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia memberi izin untuk melepaskan “cadangan minyak strategis” AS dalam upaya untuk mengendalikan harga minyak global, yang meningkat segera setelah 10 pesawat tanpa awak Yaman menyerang fasilitas Aramco Saudi.

“Berdasarkan serangan terhadap Arab Saudi, yang mungkin berdampak pada harga minyak, saya telah mengesahkan pelepasan minyak dari Strategic Petroleum Reserve, jika diperlukan, dalam jumlah yang harus ditentukan yang cukup untuk menjaga pasar dipasok dengan baik , “Kata Trump dalam cuitannya di Senin pagi (16/09).

Baca: Angkatan Udara Yaman: Iran dan Irak Tidak Terlibat dalam Serangan ke Aramco

“Saya juga telah memberi tahu semua agen yang sesuai untuk mempercepat persetujuan dari jaringan pipa minyak yang saat ini dalam proses perizinan di Texas dan berbagai negara bagian lain,” tambahnya.

Harga minyak mentah naik gila-gilaan pada perdagangan pagi ini, Senin (16/09). Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober 2019 melonjak 11,39 persen atau 6,25 poin ke 61,10 dolar AS per barel pukul 07.26 WIB.

Adapun minyak Brent kontrak November 2019 terpantau melonjak 12,85 persen atau 7,74 poin ke level 67,96 dolar AS per barel. Baik harga minyak WTI maupun Brent naik ke level tertingginya sejak Mei.

Baca: Yaman: Salahkan Iran atas Serangan ke Aramco Bukti Kepengecutan Saudi-AS

Digunakannya Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) AS yang merupakan cadangan minyak mentah darurat terbesar di dunia itu, akan tergantung pada seberapa cepat Saudi dapat melanjutkan produksi dari Aramco, fasilitas minyak mentah terbesar di dunia.

Sejauh ini cadangan minyak itu telah dimanfaatkan oleh sejumlah presiden AS. Misalnya, selama badai Katrina pada 2005 dan konflik di negara-negara penghasil minyak. Cadangan itu juga digunakan oleh Presiden Barack Obama pada Juni 2011 dalam menanggapi gangguan pasokan di Libya dan negara-negara lain.

Baca: Saham Saudi Terjun Bebas Pasca Serangan Drone Yaman ke Aramco

“Rilis SPR, terutama jika dikoordinasikan dengan tindakan IEA (Badan Energi Internasional), akan mengurangi beberapa lonjakan harga minyak tetapi juga akan tergantung pada risiko geopolitik yang sedang berlangsung dan meningkat,” ujar Joe McMonigle, analis energi senior di Hedgeye Risk Management LLC.

Menteri Energi Arab Saudi, Abdulazis bin Salman, mengatakan bahwa serangan drone terhadap kilang minyak Saudi Aramco pada Sabtu (14/9), menyebabkan gangguan sekitar 5,7 juta barel pasokan minyak mentah sekaligus mengancam ekonomi dunia.

Akibat serangan tersebut, produksi minyak di Abqaiq dan Khura terhenti sementara. Sedangkan produksi Aramco yang hilang mencapai separuhnya atau 50%. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: