News Ticker

Ansarullah: Saudi dan Sekutunya Harus Bayar Darah Bangsa Yaman yang Tertumpah

Arrahmahnews.com, YAMAN – Gerakan Yaman Houthi Ansarullah mengecam reaksi dukungan untuk koalisi agresor pimpinan Saudi setelah serangan drone balasan Yaman pada fasilitas minyak Aramco di timur kerajaan, menekankan bahwa mereka yang tidak memiliki keraguan sama sekali untuk menumpahkan darah bangsa Yaman harus menanggung konsekuensi dari tindakannya.

“Perdamaian di wilayah ini hanya dapat dipulihkan melalui dialog dan pemahaman, dan jauh dari suara gemerincing senjata. Bangsa Yaman berharap untuk melihat keamanan dan perdamaian berlaku di Semenanjung Arab. Mereka tidak akan pernah menyerah pada penindasan dan penjajahan orang lain,” ujar Mohammed Abdul-Salam, juru bicara gerakan Houthi, dalam serangkaian tweet pada hari Selasa (17.09).

Baca: Analis: AS Sangkal Kekuatan Militer Yaman

Ia menambahkan, “Mereka yang mengutuk operasi 14 September sebenarnya tengah mencela diri mereka sendiri karena mereka telah membeberkan bias terang-terangan mereka dengan mendukung agresor. Kenyataannya, kecaman mereka hanya akan memberanikan rezim kriminal untuk melanjutkan tindakan kriminalnya terhadap rakyat kami.”

Pejabat senior Houthi itu mencatat bahwa “Minyak Saudi tidak lebih berharga daripada darah bangsa Yaman,” menekankan bahwa mereka yang sama sekali tidak menghormati kehidupan orang-orang Yaman harus merasakan semua konsekuensi dari tindakannya.

Ia menunjukkan bahwa mereka yang menginginkan stabilitas di pasar minyak mentah internasional, harus memaksa aliansi militer pimpinan Saudi untuk menghentikan agresi dan memblokade Yaman.

Baca: Rouhani: Serangan Yaman ke Aramco Tindakan Bela Diri yang Sah

“Bangsa Yaman akan melakukan segala cara untuk tanpa henti melawan agresi dan pengepungan dengan segala cara yang sah. Operasi defensif berikutnya akan lebih keras dan lebih menyakitkan jika agresi dan pengepungan berlanjut,” kata Abdul-Salam.

Ia menggarisbawahi bahwa anggota koalisi agresi, khususnya Arab Saudi, harus menyadari bahwa ketergantungan mereka pada perlindungan Amerika Serikat adalah sebuah kesalahan, menambahkan bahwa Yaman tidak akan tinggal diam dalam menghadapi ketidakadilan.

Pasukan militer Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer mengerahkan sebanyak 10 pesawat tanpa awak untuk mengebom fasilitas minyak Abqaiq dan Khura yang dijalankan oleh perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco dini hari Sabtu.

Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu menghancurkan lebih dari setengah produksi minyak mentah Saudi, atau lima persen dari pasokan global, mendorong para pejabat Saudi dan AS untuk mengklaim tanpa bukti bahwa itu mungkin berasal dari Irak atau Iran.

Teheran dengan tegas menolak klaim Washington atas keterlibatan Iran dalam serangan Yaman tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: