News Ticker

Pangeran Pembangkang Saudi Serukan Pembentukan Monarki Konstitusional

JERMAN – Seorang pangeran Saudi yang tinggal di pengasingan di Jerman, meluncurkan gerakan oposisi dalam upaya untuk mengubah rezim yang berkuasa, membangun monarki konstitusional dan menghentikan pelanggaran hak asasi manusia di negara yang represif.

“Selama tiga tahun terakhir, raja Saudi (Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud) telah berubah menjadi sapi suci, yang memerintahkan kepatuhan,” Pangeran Khaled bin Farhan Al Saud, yang melarikan diri dari Arab Saudi lebih dari satu dekade lalu, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di YouTube pada Senin malam. Ia mengumumkan pembentukan kelompok oposisi, yang diberi nama “the Freedom Movement of the Sons of the Arabian Peninsula,” situs web berita al-Khaleej Online melaporkan.

BacaAnsarullah: Saudi dan Sekutunya Harus Bayar Darah Bangsa Yaman yang Tertumpah.

“Rezim Raja Salman cepat-cepat bekerja pada keruntuhan kerajaan ketika … menunjuk Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota,” tambah Khaled bin Farhan Al Saud.

Dia menyoroti bahwa raja Saudi dan putranya telah secara serius merusak gengsi dan reputasi negara di tingkat internasional, Muslim dan Arab, dengan alasan bahwa mereka berdua berusaha “untuk mengubah status quo dari Dua Masjid Suci menjadi lebih buruk dan untuk kepentingan orang lain.”

Pangeran Khaled melanjutkan dengan mengatakan bahwa Arab Saudi, pada masa pemerintahan Raja Salman dan putra mahkotanya, telah menjadikan negara sebagai pengikut para kurcaci Zionis, dengan alasan bahwa penguasa Saudi “membuang-buang sumber daya negara secara tak terkendali, dan dengan cara yang provokatif.”

Dia kemudian menuding “meningkatnya kediktatoran sistem politik Saudi,” dengan menyatakan bahwa rezim Riyadh yang berkuasa telah “menyiksa para pembangkang dengan segala cara yang dilarang oleh hukum internasional.”

BacaIran Disalahkan, Zarif: Mungkin AS Malu Gagal Cegat Serangan Yaman ke Aramco.

“Bin Salman menyerang sepupunya, menempatkannya di balik jeruji besi, mendiskreditkan mereka dan mencegah anggota keluarga penguasa – Keluarga Saud – untuk bepergian. Mohammed bin Salman menyerang pengusaha terkemuka di kerajaan, mendorong pelarian modal,” kata Pangeran Khaled.

Dia menambahkan bahwa putra mahkota Saudi berada di belakang peningkatan pembelian senjata oleh kerajaan selama tiga tahun terakhir, sama dengan lebih dari 112% atau sekitar sepertiga dari anggaran umum negara itu, dan menegaskan bahwa “kegagalan militer yang serius di era Mohammed bin Salman tidak sepadan dengan volume pengeluaran militer.” [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: