News Ticker

Dahono Prasetyo: ACT yang Dikejar, Bukalapak yang Bubar

Bukalapak Bukalapak

Arrahmahnews.com, Jakarta – Akun Facebook Dahono Prasetyo membuat sebuah tulisan yang membongkar apakah benar ada hubungan intim “Antara Bukalapak dengan ACTHTISuriah dan Bachtiar Nasir“, seperti kita ketahui bersama bahwa ACT ini adalah salah satu organisasi kemanusiaan yang saat ini masih misterius donasinya disalurkan kemana saja.

Menurut Dahono, bagi penggila belanja online, nama Bukalapak sebagai icon marketplace lokal sedikit banyak menyimpan beberapa “fenomena politik”. Bagaimana sebuah situs online beromset trilyunan rupiah menjadi salah satu sisi gelap konspirasi ideologi di Indonesia. ACT yang Dikejar Kenapa Bukalapak yang Bubar.

Baca: Sekjen Alsyami Komentari Perselingkuhan ‘Bukalapak dan ACT’ Soal Donasi Suriah

Usai PHK Karyawannya di beberapa daerah, akhirnya Bukalapak (BL) kemarin raib dari toko aplikasi Playstore yang berlanjut hingga hari ini. Apa gerangan yang terjadi?

Sebelumnya kontroversi postingan “Bukalapak Bukalah Topengmu” yang sempat riuh, lalu mereda dengan sendirinya hanya dalam hitungan hari, seperti halnya isu-isu yang lain. Postingan di medsos itu pelan-pelan dilupakan orang. Bukalapak-pun tidak menganggapnya sebagai “ancaman” bagi karir unicorn anak bangsa, usai klarifikasi oleh Bukalapak bahwa postingan itu hanya hoax remahan chiki. Begitulah celoteh di medsos, yang penting tidak dianggap penting-penting amat.

Baca: ANEH! Hilangkan Jejak ‘Donasi ke ACT’, Bukalapak Bantah Dukung Teroris

Pertanyaannya: Adakah hubungan “intim” antara postingan itu dengan tutupnya lapak Bukalapak?. Secara teori interaksi sosial jawabannya pasti tidak. Karena dalam postingan tersebut jika mau mencermati sebenarnya sedang “nggosip” tentang lembaga donasi ACT yang kebetulan pasang lapak di BL. Secara omset-pun juga demikian, tidak ada tanda-tanda kebangkrutan marketplace bernilai 12 Trilyun itu. Kondisi keuangannya sehat wal afiat.

Terlalu sederhana jika postingan “Bukalah Topengmu” menjadi alasan “Tutupnya Lapakmu”. Niscaya ada hal hal besar lain berkaitan dengan konsumen atau investornya yang mendasari Ahmad Zaky CEO BL terpaksa pensiun dini di masa keemasannya. Hal apa itu? Sabda netijen kadang paling pintar mencari jawaban maha benarnya sendiri. Netijen yang sekaligus konsumen BL. Netijen yang kadang kompak kadang berantem sendiri. Kita tunggu apa yang masih tersembunyi di belakang lapak.

Baca: Dina Sulaeman: Tentang Bukalapak dan ACT ‘Pro Pemberontak Suriah’

Kebenaran sabda netijen tidak harus dibuktikan. Karena kebenaran=kebetulan, maka sewaktu waktu TempoNews menyusul hilang dari Playstore, anggap saja sebuah kebetulan bersanding kebenaran (…haduh, kenapa jadi nyasar ke Tempo juga? Sudah terlanjur, sekalian sajalah.. ) Netijen memang gokil, bung?!. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: