News Ticker

Muhammad Zazuli: Film “The Santri” Bikin Puyeng Kelompok Wahabi, Kenapa?

Film The Santri Film The Santri

Arrahmahnews.com, Jakarta – Film The Santri membuat heboh jagad maya, salah satu pegiat medsos Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya menjelaskan kenapa Film The Santri bikin puyeng kelompok Wahabi?

Film “The Santri” yang akan tayang 22 Oktober yang bertepatan dengan Hari Santri nanti memang mengajarkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme yang khas Islam Nusantara dan bukan Islam Wahabi Gurun. Itu sebabnya mereka mau boikot film ini. Soal ada adegan santriwati bawa tumpeng ke gereja itu wajar lha wong Banser NU aja biasa jagain gereja pas malam Natal kok.

Baca: Tempo Sesatkan Film “The Santri”, Yusuf Muhammad Tantang Debat Maaher At Thuwailibi

Sutradaranya memang kurang jeli dan profesional, ga kayak sutradara Hollywood yang akurat, presisi, teliti dan hati-hati dalam menggambarkan sesuatu. Tidak ada pondok pesantren yang santri putranya dicampur dengan santri putri. Katanya sih biar lebih menarik minat penonton, tapi ya tetep aja salah.

Meski begitu saya dukung film ini karena menunjukkan warna Islam yang ramah, terbuka dan toleran khas NU. Dukunglah film ini biar Islam Nusantara semakin lebih dikenal oleh bangsa kita sendiri yang saat ini sedang nge-tren ikutan Islam ala budaya gurun pasir.

Baca: Wahabisme Lebih Berbahaya dari Komunisme dan PKI

Anda yang non muslimpun silakan bisa menonton film ini sebagai bentuk dukungan kepada Islam yang rahmatan lil alamin. Jangan sampai nanti malah film seperti “212” yang lebih banyak tayang. Itu film pembodohan dan penyesatan opini. Sudah jelas faktanya di lapangan banyak anak-anak ikutan demo dan teriak bunuh-bunuh masak filmnya diberi tagline Power of Love? Love model apaan?.

Baca: Islam Nusantara Mendunia

Film “The Santri” dibuat atas kerjasama dan persetujuan dari PBNU dan mendukung misi PBNU yang pro Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45 (PBNU). Seandainya film itu masih di bawah ekspektasi ya tidak apalah yang penting sudah ada usaha untuk memperkenalkan warna Islam yang adem, sejuk dan cinta damai. Percayalah bangsa ini akan baik-baik saja selama NU yang santuy dan suka guyonan masih dominan di negeri ini. Salam Waras. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: