NewsTicker

Serangan Saudi di Hodeidah Langgar Perjanjian Gencatan Senjata

YAMAN – Koalisi pimpinan Saudi melancarkan operasi militer terhadap kota pelabuhan Hodeidah, melanggar perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh PBB tahun 2018.

Juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki mengklaim bahwa serangan hari Jumat telah menghancurkan empat lokasi yang “digunakan untuk merakit kapal-kapal dan ranjau laut yang dikendalikan dari jarak jauh” dan melakukan serangan di Selat Bab el-Mandeb.

Dia juga mengklaim bahwa kota pelabuhan itu digunakan oleh gerakan populer Houthi Ansarullah untuk meluncurkan rudal balistik dan drone.

Dalam sebuah pernyataan, gerakan Houthi memperingatkan Arab Saudi terhadap eskalasi berbahaya di sekitar Hodeidah. Serangan itu mengancam kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi PBB di pelabuhan Laut Merah, kata juru bicara Houthi Mohammed Abdul-Salam.

BacaSaudi Mulai Operasi “Target Militer” di Hodeidah, Yaman.

“Serangan terkonsentrasi pada Hodeidah merupakan eskalasi berbahaya yang dapat meledakkan perjanjian Swedia,” katanya di Twitter. “Koalisi akan memikul tanggung jawab eskalasi ini, sekaligus ujian bagi PBB.”

Pada bulan Desember 2018, perwakilan dari Ansarullah dan pemerintah Abd Rabbu Mansur Hadi yang disponsori Riyadh mencapai kesepakatan gencatan senjata selama pembicaraan damai yang dimediasi-PBB di Swedia.

Di bawah kesepakatan itu, mereka sepakat untuk penarikan pasukan dan pengerahan monitor PBB ke kota pelabuhan Hodeidah, jalur kehidupan bagi jutaan rakyat Yaman.

Saudi telah memberlakukan blokade laut yang ketat di Yaman, khususnya di Hodeidah, yang bertindak sebagai jalur hidup bagi negara miskin itu, sejak Agustus 2015, lima bulan setelah memulai perang.

Serangan Jumat di Hodeidah terjadi kurang dari seminggu setelah pasukan Yaman melancarkan serangan drone balasan pada dua pabrik di jantung industri Arab Saudi, termasuk fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia.

Serangan oleh 10 drone Yaman pada fasilitas minyak utama di Abqaiq dan Khurais menghentikan sekitar 50 persen produksi minyak mentah dan gas kerajaan, memotong pasokan minyak mentah raksasa minyak sekitar 5,7 juta barel per hari.

Ansarullah telah berulang kali memperingatkan Riyadh bahwa kelanjutan serangan udara terhadap orang-orang Yaman akan menghasilkan respons yang keras, yang akan melampaui serangan drone pada hari Sabtu. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: