News Ticker

PBB Minta Saudi Ambil Tawaran Damai yang Diberikan Houthi

Arrahmahnews.com, YAMAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut proposal gerakan Houthi Ansarullah Yaman untuk menghentikan serangan ke Arab Saudi dengan imbalan kerajaan juga mengakhiri serangan ke Yaman.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (21/09), Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths menekankan “pentingnya memanfaatkan kesempatan ini dan bergerak maju dengan semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi kekerasan, eskalasi militer dan retorika yang tidak membantu.”

Pada hari Jumat, Mahdi al-Mashat, kepala dewan politik tertinggi Houthi, mengatakan bahwa kelompok itu akan mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi asalkan kerajaan dan sekutunya mengakhiri serangan mereka ke Yaman.

Ia berharap bahwa “isyarat itu akan dijawab dengan isyarat yang lebih kuat” dari Saudi.

Baca: Houthi Umumkan Rencana Penghentian Serangan Hanya jika Saudi Lakukan Hal Serupa

Griffiths menekankan bahwa implementasi proposal oleh Houthi itu “dengan itikad baik bisa mengirim pesan kuat dari keinginan untuk mengakhiri perang.”

Ia meminta semua pihak dalam konflik Yaman untuk “menghormati hukum humaniter internasional, menahan diri, dan agar Yaman tidak terseret lebih jauh ke dalam ketegangan regional.”

Arab Saudi sejauh ini menolak untuk menerima tawaran itu.

“Kami menilai pihak lain dengan tindakan, aksi mereka, dan bukan dengan kata-kata, jadi kami akan lihat,” kata Menteri Negara Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Baca: Nasrallah: Serangan Aramco Saksi Kekuatan Perlawanan Yaman

Usulan Houthi ini datang seminggu setelah Yaman menyerang instalasi minyak Arab Saudi, yang merobohkan setengah dari produksi kerajaan.

Gerakan Yaman Houthi Ansarullah mengakui bertanggung jawab atas serangan itu, meskipun AS menyalahkan Iran tanpa memberikan bukti apa pun. Teheran membantah terlibat.

Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015 dalam upaya yang gagal untuk menginstal kembali rezim lama. Empat tahun kemudian, koalisi masih terjebak dalam perang, yang semula mereka gadang-gadang hanya akan berlangsung selama beberapa minggu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: