NewsTicker

China: Trump Bohong Soal Hongkong di Majelis Umum PBB

Arrahmahnews.com, CHINA – China mengatakan bahwa Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat telah membuat pernyataan “tidak benar” tentang masalah praktik perdagangan Hong Kong dan China.

Trump mengkritik Beijing atas apa yang ia katakan sebagai kegagalan untuk memenuhi komitmen Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Majelis Umum PBB pada hari Selasa. China, katanya, harus “melindungi kebebasan dan sistem hukum Hong Kong dan cara hidup yang demokratis.”

Berbicara pada jumpa pers di Beijing pada hari Rabu (25/09), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengecam pernyataan Trump itu dan mengatakan, “Debat umum Majelis Umum PBB adalah platform penting bagi negara-negara anggota PBB untuk mengekspresikan dan bertukar pandangan mereka tentang isu-isu utama mengenai perdamaian dan pembangunan dunia … Ini jelas bukan kesempatan yang cocok untuk serangan verbal terhadap negara lain dan campur tangan dalam urusan internal negara lain.”

Baca: China Kembali Tampar Trump di Majelis Umum PBB

Mengacu pada hubungan China-AS, Geng mengatakan, “AS harus bergerak ke arah yang sama dengan China, mengelola dan mengendalikan perselisihan atas dasar saling menghormati, memperluas kerja sama atas dasar saling menguntungkan.”

Di Hong Kong kerusuhan mulai timbul pada bulan Juni, dimana orang-orang mulai turun ke jalan untuk memprotes RUU yang akan memungkinkan tersangka diekstradisi dan diadili di luar negeri.

Awal bulan ini, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan bahwa RUU ekstradisi yang tidak populer itu akan ditarik pada sesi berikutnya dari Dewan Legislatif kota itu, yang dijadwalkan untuk bulan Oktober. Lam menyatakan harapan bahwa pembatalan RUU itu akan mengakhiri kerusuhan. Namun langkah itu gagal menenangkan para demonstran.

Baca: Tamparan Telak Delegasi Venezuela atas Trump saat Pidato di Majelis Umum PBB

Pemerintah China mengatakan negara-negara asing, terutama Amerika Serikat dan Inggris, telah memprovokasi para pemrotes dengan mengeluarkan pernyataan dukungan. Beijing telah meminta kedua negara untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong.

Hong Kong telah diperintah di bawah model “satu negara, dua sistem” sejak kota bekas koloni Inggris itu dikembalikan ke China pada tahun 1997. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: