Headline News

Daesh Siapkan Perang Salib untuk Bebaskan Anggotanya dari Penjara Suriah dan Irak

SURIAH – Daesh atau ISIS sedang bersiap untuk membebaskan para pejuang dan pengikutnya yang saat ini ditahan di penjara dan kamp-kamp pengungsian di seluruh Suriah dan Irak, sebuah laporan yang diterbitkan oleh Institute for the Study of War.

Pada 16 September, pemimpin organisasi teroris, Abu Bakar Al-Baghdadi, merilis rekaman berdurasi 30 menit berjudul “Do Deeds”, yang keasliannya belum diverifikasi. Al-Baghdadi memberi sinyal dimulainya kampanye baru dengan memanggil anggotanya “untuk melawan dan memimpin pertarungan selama lima tahun” untuk membebaskan tahanan dan wanita yang ditahan di penjara Suriah dan Irak.

“Operasi harian sedang berlangsung di berbagai bidang,” kata Al-Baghdadi dalam sebuah rekaman, merujuk ke beberapa daerah seperti Mali dan Levant tanpa rincian spesifik yang diberikan.

BacaTentara Suriah Temukan Gudang Senjata Teroris di Daraa.

“Bagaimana seorang Muslim dapat menikmati hidup?” Pemimpin Daesh kemudian menambahkan, dan menanyakan bagaimana para pengikutnya dapat “menerima hidup sementara teman-teman kalian menderita di kamp-kamp dan penjara-penjara penghinaan di bawah kuasa Tentara Salib?”

“Adapun masalah terburuk dan terpenting adalah penjara, oh tentara kekhalifahan. Saudara-saudari sekalian, lakukan yang terbaik untuk membebaskan mereka dan merobohkan tembok yang membatasi mereka,” bunyi rekaman itu.

Laporan yang dikeluarkan oleh Institute for the Study of War berpendapat bahwa penggalangan dana untuk kampanye telah dilakukan melalui saluran terenkripsi – seperti Telegram – mungkin sejak Juni 2019. Kelompok ini aktif di kamp-kamp pengungsian di Suriah Utara dan sekarang sedang bersiap untuk melakukan operasi pembebasan rekan-rekan mereka di penjara Irak dan Suriah.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Eropa tentang urgensi mengambil kembali militan asing yang berasal dari Eropa dari kamp-kamp pengungsian, dengan alasan bahwa jika mereka gagal memulangkan para tahanan, AS akan membebaskan mereka di perbatasan Eropa.

“Mereka sebagian besar keluar dari Eropa, dan kami telah melakukan bantuan luar biasa … Jadi mereka harus membuat keputusan. Kalau tidak, kami akan membebaskan mereka di perbatasan,” kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada hari Jumat.

Saat ini ada sekitar 70.000 militan di satu fasilitas tahanan, kamp Hawl di Suriah Utara, sebagian besar wanita dan anak-anak yang hidup di bawah kekhalifahan Daesh/ISIS, dan lebih dari 8.000 militan saat ini ditahan di penjara Irak dan Suriah. Ada juga sekitar 2.000 pejuang asing yang ditahan oleh milisi Kurdi sekutu AS. [ARN]

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: