NewsTicker

Rouhani di PBB: Iran Tak Sudi Negosiasi Dibawah Tekanan Sanksi

Arrahmahnews.com, IRAN – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa tanggapan Iran terhadap setiap panggilan untuk perundingan sementara sanksi masih berlangsung adalah tidak.

Presiden Iran itu menyampaikan pernyataan ini dalam pidatonya di Majelis Umum PBB ke-74 yang berlangsung di New York.

Presiden Rouhani pada hari Rabu malam (25/09) menyampaikan pidato utama di Majelis Umum PBB tentang perkembangan global.

Baca: Trump Sesumbar akan Terus Tingkatkan Sanksi atas Iran

Ia mengatakan bahwa mereka yang mendambakan untuk mendapatkan jawaban “ya” dari Iran untuk seruan negosiasi, mereka harus tahu bahwa satu-satunya cara mereka bisa mendapatkannya, seperti yang dikatakan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, adalah untuk melanjutkan komitmen mereka dalam Joint Comprehensive Plan of Actions (JCPOA).

“Sekarang menjadi jelas bagi semua bahwa Amerika Serikat mengabaikan komitmennya dan Eropa tidak mampu dan tidak sanggup memenuhi komitmennya. Kami bahkan mengadopsi pendekatan selangkah demi selangkah dalam mengimplementasikan paragraf 26 dan 36 JCPOA. Dan kami tetap berkomitmen untuk janji-janji kami dalam kesepakatan. Namun, kesabaran kami memiliki batas: ketika AS tidak menghormati Dewan Keamanan PBB, dan ketika Eropa menunjukkan ketidakmampuan, satu-satunya cara adalah dengan mengandalkan martabat, kebanggaan, dan kekuatan nasional,” katanya.

Baca: Shamkani: Rakyat Iran Tahu Sanksi AS Tak Terwujud

“Mereka menyeru kami untuk bernegosiasi sementara mereka melarikan diri dari perjanjian dan kesepakatan. Kami bernegosiasi dengan pemerintah AS sebelumnya di meja perundingan 5 + 1; Namun, AS gagal menghormati komitmen yang dibuat oleh pendahulunya,” ujar Rouhani menekankan.

“Atas nama bangsa dan negara saya, saya ingin mengumumkan bahwa tanggapan kami terhadap setiap negosiasi dibawah sanksi adalah negatif. Pemerintah dan rakyat Iran tetap teguh menentang sanksi paling keras dalam satu setengah tahun terakhir, dan tidak akan pernah bernegosiasi dengan musuh yang berupaya memaksa Iran menyerah dengan senjata kemiskinan, tekanan, dan sanksi,” tegasnya.

“Jika kalian memerlukan jawaban positif, dan seperti yang dinyatakan oleh pemimpin Revolusi Islam, satu-satunya cara untuk memulai pembicaraan adalah kembali ke komitmen dan kepatuhan,” tambah Presiden Iran itu menyimpulkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: