NewsTicker

Yaman Kembali Tawarkan Perdamaian, Peringatkan Saudi Konsekuensi jika Ditolak

Arrahmahnews.com, YAMAN – Yaman sekali lagi menegaskan kesediaannya untuk mengakhiri permusuhan dengan Arab Saudi asalkan kerajaan menghentikan agresi selama bertahun-tahun terhadap negara yang miskin itu.

Mahdi al-Mashat, Presiden Dewan Politik Tertinggi Houthi Ansrullah, pada Hari Rabu (25/09) mengatakan bahwa kelanjutan perang rezim Riyadh terhadap Yaman merupakan hal yang memalukan bagi masyarakat internasional dan merupakan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Mashat membuat pernyataan ini jelang peringatan Hari Revolusi 26 September Yaman, yang merupakan dasar pembentukan Republik Yaman modern dengan menggulingkan para penguasa Yaman dukungan Saudi di Yaman utara pada tahun 1962.

Baca: Saham Aramco Gagal Diperjualbelikan Pasca Serangan Yaman

Mashat menyesali kenyataan bahwa Saudi “secara tidak bertanggung jawab” terus menggempur berbagai bagian Yaman bahkan setelah Houthi mengajukan tawaran perdamaian mereka.

Mengacu pada serangan udara Arab Saudi baru-baru ini yang telah menewaskan puluhan warga sipil di Yaman, Mashat mengatakan “pembunuhan massal” ini merupakan indikasi dari kekeraskepalaan rezim Riyadh dalam menghadapi seruan untuk penghentian permusuhan.

Jumat lalu, Mashat mengatakan bahwa Houthi akan mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi jika kerajaan dan sekutunya setuju untuk mengakhiri serangan mereka ke Yaman.

Baca: Agresi Brutal Saudi Jadikan Anak Yaman Menderita Cacat Permanen

Tawaran itu disampaikan pekan lalu setelah serangan Yaman terhadap instalasi minyak Arab Saudi menghancurkan setengah dari produksi kerajaan.

Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015 dalam upaya yang gagal untuk menginstal kembali rezim lama. Empat tahun kemudian, koalisi telah terjebak dalam perang, yang sebelumnya mereka klaim akan berakhir dalam beberapa minggu.

Mashat mengatakan pada hari Rabu bahwa untuk perdamaian yang ingin diwujudkan, diharuskan kedua belah pihak untuk mengambil tindakan karena konflik telah mencapai titik dimana tidak mungkin lagi bagi satu pihak untuk mengakhirinya sendiri. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: