NewsTicker

Utusan Khusus PBB Kecam Serangan Brutal Terbaru Saudi terhadap Warga Sipil Yaman

Arrahmahnews.com, YAMAN – Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyatakan kesedihannya atas pembunuhan puluhan warga sipil termasuk anak-anak dalam serangan udara AS-Saudi selama beberapa hari terakhir, menyebutnya sebagai peristiwa memilukan.

“Ini adalah peristiwa memilukan lainnya,” kata Griffiths dalam sebuah pernyataan yang dikutip Al-Masirah, Kamis (26/09).

Dalam pernyataan tersebut ia meminta semua pihak “untuk mengambil langkah nyata dan cepat untuk mengurangi kekerasan, menghormati hukum kemanusiaan internasional dan memungkinkan lingkungan yang kondusif bagi Yaman untuk kembali ke proses politik tanpa penundaan.

Baca: Yaman Kembali Tawarkan Perdamaian, Peringatkan Saudi Konsekuensi jika Ditolak

“Prioritas harus diberikan pada masalah kemanusiaan mendesak yang akan meringankan penderitaan jutaan rakyat Yaman yang tidak mampu membeli makanan, komoditas pokok, perjalanan dan perawatan medis,” tambah Utusan Khusus itu.

Griffith yakin bahwa setiap langkah yang diambil untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan kehidupan laki-laki, perempuan dan anak-anak Yaman akan didukung oleh komunitas internasional.

“Yaman perlu memutuskan diri dari lingkaran setan ini sekarang dan dilindungi dari ketegangan baru-baru ini di wilayah itu yang dapat membahayakan prospek perdamaian,” tambah Griffiths.

Baca: Diajak Damai Yaman, Justru Saudi Luncurkan Lebih dari 100 Serangan Udara

Utusan Khusus itu menegaskan kembali bahwa solusi untuk perang di Yaman adalah penyelesaian politik berdasarkan kemitraan, hubungan bertetangga dan membangun institusi negara sesuai dengan tiga referensi.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Yaman (OCHA) mengatakan bahwa “22 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, telah tewas dalam dua serangan udara terpisah dalam dua hari terakhir, di gubernur Amran dan Al-Dhalea.”

Patut dicatat bahwa Saudi dan koalisinya justru melancarkan serangan udara ini pasca gencatan senjata secara sepihak yang dinyatakan oleh Presiden Mahdi Al-Mashat, pada malam peringatan 5 tahun revolusi 21 September.

Ia menawarkan untuk menghentikan Angkatan Bersenjata Yaman dari serangan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak ke Arab Saudi asalkan Arab Saudi juga melakukan hal yang sama. Namun Riyadh tidak menunjukkan niat baik dan bahkan terus melancarkan serangan yang mencapai 163 serangan dalam 4 hari dan melakukan kejahatan terhadap warga sipil. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: