NewsTicker

INI DIA! 8 Drone Yaman yang Jadi Mimpi Buruk Saudi Cs

Arrahmahnews.com, YAMAN – Tentara Yaman dan sekutunya Houthi telah berhasil mengubah keseimbangan permainan dalam perang Saudi yang brutal dengan setidaknya delapan pesawat militer yang mereka produksi di dalam negeri.

Arab Saudi melancarkan perang pada Maret 2015, dengan tujuan mengalahkan Yaman yang digadang-gadang ditundukkan dalam hitungan “bulan”, tetapi perang berubah menjadi jebakan bagi Arab Saudi setelah lebih dari empat tahun, berkat perlawanan tentara Yaman dan sekutunya Houthi.

Portal berita Ansarullah pada hari Kamis (26/09) menerbitkan laporan tentang perubahan prestasi militer tentara Yaman dalam merancang dan membuat rudal serta drone-drone militer yang kini menjadi momok bagi Saudi tersebut.

Baca: Analis: Trump “Terjebak” dalam Serangan Drone Yaman ke Aramco Saudi

Menurut laporan itu, Yaman saat ini memiliki 11 sistem rudal, beberapa di antaranya sepenuhnya asli dan beberapa yang lain versi yang ditingkatkan dari Rusia.

“Salah satu rudal ini adalah rudal bersayap Quds-1, yang mampu melakukan perjalanan sejauh 1.700 kilometer,” tambah laporan itu.

Laporan itu juga meninjau secara singkat delapan pesawat tempur dan pengintai yang diproduksi tentara Yaman selama perang, dengan mengatakan pesawat itu telah mengubah keseimbangan militer, terutama melalui serangan lintas perbatasan ke kerajaan Saudi.

Baca: Saree: Militer Yaman Bisa Produksi Berbagai Drone Canggih dalam Waktu Singkat

Serangan paling signifikan oleh drone Yaman dilakukan pada 14 September, ketika 10 drone tempur Yaman menghantam dua fasilitas minyak Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais, mengurangi output dari grade minyak mentah ringan sejumlah 5,7 juta barel.

Serangan itu menyebabkan penghentian sekitar 50 persen produksi minyak mentah dan gas kerajaan, menyebabkan lonjakan kenaikan harga minyak.

Kedelapan drone Yaman yang ditinjau secara teknis oleh portal berita Ansarullah itu adalah sebagai berikut:

Hod Hod

Drone mata-mata, dilengkapi dengan teknologi paling maju dalam fotografi

Sulit dideteksi oleh radar karena ukurannya yang kecil

Sulit untuk terdengar dari tanah karena suara mesinnya yang pelan

Sangat sulit menjadi sasaran roket laser

Waktu penerbangan: 90 menit

Kisaran operasional: 30 kilometer

Raqeb

Raqib

Drone pengintai, yang mampu mendeteksi posisi musuh secara langsung dengan bantuan teknologi laser

Dilengkapi dengan beberapa teknologi fotografi, termasuk fotografi inframerah

Mudah dibawa oleh infanteri

Waktu penerbangan: 90 menit

Kisaran operasional: 15 kilometer

Rashed

Rased

Drone pengintai, yang mampu mendeteksi target musuh dan memantau medan perang

Dilengkapi dengan teknologi paling maju dalam fotografi dan pemetaan

Sammad-1

Drone pengintai

Mampu memantau target dan mengirimkan data yang dikumpulkan langsung ke ruang operasi

Kisaran operasional: 500 kilometer.

Qasef-1

Drone tempur

Berujung dengan hulu ledak 30 kilogram

Memiliki hulu ledak yang bisa diubah sesuai misi

Dilengkapi dengan sistem pintar untuk mendeteksi dan menyerang

Qasef K2

Drone tempur

Diresmikan pada bulan Januari tahun ini

Mampu mengirimkan sejumlah besar bahan peledak

Mampu diledakkan 10 meter di atas target untuk menghasilkan banyak pecahan pecahan peluru

Sammad-2

Drone tempur

Kisaran operasional: 1.300 kilometer

Dilengkapi dengan teknologi gangguan sinyal canggih

Mampu melakukan manuver taktis dan sembunyi-sembunyi

Pada Juni 2018, fasilitas minyak Arab Saudi menjadi sasaran drone ini.

Sammad-3

Drone tempur siluman

Kisaran operasional: 1.700 kilometer

Mampu menghantam target dari atas atau menghancurkan target dalam serangan kamikaze

Pasukan Yaman secara teratur menargetkan posisi di dalam Arab Saudi sebagai pembalasan atas serangan udara brutal Saudi ke target-target sipil di dalam negeri.

Baca: VIDEO: 10 Drone Yaman Serang 2 Fasilitas Minyak Aramco

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang Saudi telah merenggut lebih dari 91.000 jiwa selama empat setengah tahun terakhir.

Agresi tak berperi kemanusiaan Saudi ini juga telah memakan banyak korban pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: