NewsTicker

Sebut Tragedi Wamena Sebagai Genosida, Wahyu Sutono “Semprot” Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid, Wamena, Papua, Genosida Cuitan HNW

Arrahmahnews.com, Jakarta – Cuitan Petinggi partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam akun twitternya (29/09/2019)“Kita berduka, atas tragedi genocyda di Wamena.32 Orang Tewas&Ribuan Mengungsi. Sebagian Besarnya Warga Pendatang. Pemerintah Tetap Harus Selesaikn Kabut Asap, Sikapi Bijak Demo2, Tapi Tak Boleh Remehkan Tragedi di Wamena. Kelanjutan NKRI Taruhannya” yang menyebut tragedi di Wamena sebagai genosida mendapat banyak kecaman dari warganaet.

Salah satu netizen Wahyu Sutono dalam akun facebooknya mengirim surat terbuka yang ditujukan kepada HNW, berikut isi surat terbukanya:

Kepada Yth.:

Sdr. Hidayat Nur Wahid

di Jakarta

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Sejatinya penulis tak pernah tertarik menanggapi berbagai pernyataan Saudara yang kadang kontroversial. Namun kali ini Saudara sudah keterlaluan, karena sebagai anggota dewan seharusnya ikut mengademkan (mendinginkan) atau jauh lebih hebat bila ikut berbuat sesuatu di tanah Papua yang sedang prihatin karena kerusuhan, dus bukannya malah disinformasi.

Baca: Muhammad Zazuli Bongkar Narasi Busuk Kelompok Radikal yang Ingin Hancurkan NKRI

Cuitan Saudara terkait adanya konflik yang menimbulkan korban jiwa di Papua dengan ringannya disimpulkan sebagai ‘Genosida atau Genosyde,’ jelas itu konyol dan menyesatkan.

Nampaknya Saudara harus membuka kamus dan mempelajari secara seksama perihal pengertian Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan Genosida, termasuk membuka Undang-undang (UU) nomor 39 tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia, serta UU nomor 26 tahun 2000, tentang Pengadilan HAM.

Baca: Nara Masista di PBB “Hajar” Vanuatu dan Solomon Soal Pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat

Perlu dipahami bahwa masyarakat Indonesia yang waras tentu sangat berduka dan marah kepada para provokator yang terus menerus mengganggu stabilitas keamanan negeri ini, khususnya di Papua, namun tidak serta merta membuat cuitan yang tak pantas dilakukan oleh elite politik yang seharusnya bisa memberikan pendidikan politik yang cerdas dan bijaksana kepada rakyat.

Jujur penulis sangat kecewa sekaligus mempertanyakan kredibilitas Saudara apakah memang cuma segitu-gitunya, atau ada tujuan tertentu untuk menciptakan opini yang mengerikan? Sementara Saudara dan mitra Saudara sudah biasa menggunakan jargon keagamaan. Apa Saudara tidak malu?

Baca: Ada Upaya Memutilasi Indonesia dari Papua?

Perlu Saudara pahami bahwa dalam Statuta Roma yang menjadi basis International Criminal Court (ICC), kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan genosida digolongkan sebagai Kejahatan Paling Serius (the most serious crimes) dan Luar Biasa (extraordinary crimes). Sedangkan dalam UU No 26/2000 tentang pengadilan HAM, Genosida juga dimasukan dalam kategori kejahatan yang luar biasa.

Demikian, mohon menjadi perhatian, dan jangan karena Saudara oposan lalu bebas bicara seenak jidat.

Hormat penulis. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: