News Ticker

Dahono Prasetyo: Waspada Alumni Teroris ISIS Pulang ke Tanah Air

  • Zara Zettira
  • Petisi Kembalikan PB Djarum
  • DPD PKS Langkat
  • Boris Johnson
  • Analis, Trump Dukung Rezim Kejam di dunia
  • Parlemen Israel
Teroris, ISIS, Militan Gaya Pembunuhan ISIS

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Dahono Prasetyo dalam akun facebooknya menjelaskan bagaimana penculikan dan penyekapan kepada Ninoy Karundeng mirip-mirip dengan gaya teroris ISIS.

Pola teror yang sama pernah kita saksikan di sebuah negara yang sedang berkecamuk perang Ideologi. Suriah bergolak atas upaya ISIS yang ingin mendirikan negara Khilafah Islamiah. Tayangan eksekusi dan kekerasan fisik pada seorang sandera lawan perang ISIS menjadi teror yang berbuntut panjang tidak sebatas usai tayangan video. Siapapun yang melawan perjuangan ISIS akan bernasib sama dengan tayangan video yang sengaja disebar luaskan

Kasus penculikan dan persekusi salah seorang penggiat medsos, membuka kekhawatiran kita. Bahwa ancaman kekerasan bisa menimpa siapa saja yang sedang berjuang di jalur kebebasan berpendapat.

Baca: Teroris JAD, Munawar Kholil Perekrut 57 WNI Ikut Teroris ISIS ke Suriah

Medsos menjadi ajang pertempuran opini beberapa pihak yang berseteru. Saling serang dan saling mengklaim fitnah menjadi santapan sehari hari. Hingga pertarungan di “udara” berlanjut menjadi pergulatan di “darat”. Kekerasan fisik apapun alasannya tetap sebuah pelanggaran hukum di Republik ini.

Yang menarik untuk diungkap di kasus tersebut adalah lahirnya pola baru teror di media. Pelaku diculik, dipermak wajah dan mentalnya, di videokan proses interograsinya, kemudian tayangan disebar ke khalayak. Pelaku ingin menyampaikan pesan bahwa siapapun jangan macam-macam dengan kelompok kami. Mereka siap melakukan pembalasan fisik hingga ancaman pembunuhan.

Baca: Polisi Tangkap 2 Pelaku Penculikan Pegiat Medsos Ninoy Karundeng

Pola teror yang sama pernah kita saksikan di sebuah negara yang sedang berkecamuk perang Ideologi. Suriah bergolak atas upaya ISIS yang ingin mendirikan negara Khilafah Islamiah. Tayangan eksekusi dan kekerasan fisik pada seorang sandera lawan perang ISIS menjadi teror yang berbuntut panjang tidak sebatas usai tayangan video. Siapapun yang melawan perjuangan ISIS akan bernasib sama dengan tayangan video yang sengaja disebar luaskan.

Baca: Pegiat Medsos Ninoy Karundeng Diculik dan Disiksa oleh Orang Tak Dikenal

Lantas adakah hubungan antara pola teror militan ISIS dengan kasus video viral interograsi seorang penggiat medsos? Indikasinya hampir sama. Pelaku sengaja memberi pesan ketakutan dan kengerian pada penggiat dan penikmat medsos lain yang mencoba memfitnah kelompok mereka dengan opini di media. Jika opini fitnah yang dijadikan dasar menculik, bagaimana dengan fitnah yang juga mereka lakukan. Penghinaan kepada Presiden, opini pemutar balikan fakta, ceramah hujatan kebencian kepada yang bukan se-Iman hingga sumpah serapah pada negeri. Mereka tidak lantas diculik, digebukin atau diancam dibunuh, kan? Kalaupun ada yang diamankan karena memang ada pelanggaran pasal pasal hukum. Toh beberapa yang kemudian mengaku khilaf dan meminta maaf, ada juga yang dibebaskan.

Baca: Alhamdulillah! Akhirnya Ninoy Karundeng Dibebaskan

Ide menculik dan memperlakukan korban sebagai pecundang di tayangan video, bukan asli budaya penyelesaian masalah di negeri ini. Pola teror ISIS sudah menjalar di negeri ini. Entah kreatornya para alumni ISIS yang pulang ke tanah air, yang pasti mereka yang tertangkap sebatas eksekutor, bukan otaknya. Mereka yang terdidik cara cerdas ber-radikal di Suriah sedang mencari medan perjuangan baru.

Dan jika itu yang benar terjadi, saat pola teror itu sukses diadaptasikan disini, membuat kita takut, tidak mustahil suatu saat muncul video leher penggiat medsos digorok atau kepala seorang netijen berlubang peluru mampir di timeline medsos kita.

Belum terlambat untuk mewaspadai itu semua. Karena melampiaskan dendam dengan perilaku sadis itu bukan JIHAD, tapi JAHAT!!!. (ARN)

Iklan
  • Ansor
  • Cuitan Habib Think
  • Kampanye Hitam
  • Aksi Sweeping Brigade Muslim Indonesia
  • Tolak Golput, Warga Suku Baduy Siap Turun Gunung 17 April
  • Surat Bupati Aceh Besar ke Angkasa Pura
  • Denny Siregar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: