News Ticker

Polisi Tangkap 8 Tersangka Kasus Penculikan dan Penyekapan Ninoy Karundeng

  • Niluh Djelantik
  • Kabinet, Jokowi, Radikalisme
  • Lebanon, Analis, Saad Hariri
  • Seorang wanita dirawat di RS karena keracunan gas
  • Naftali Pakpoa, Kader Partai Gerindra
  • Menlu Iran, Rusia dan Turki
Ninoy Karundeng, Penculikan, Kriminal Ninoy Karundeng

Arrahmahnews.com, JakartaPegiat media sosial, Ninoy Karundeng, sempat diculik dan dianiaya sekelompok orang di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyesalkan peristiwa tersebut.

Polisi kembali menangkap para pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat medsos atas nama Ninoy Karundeng. Saat ini, total sudah ada 8 tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya.

“Saat ini sudah 8 tersangka diamankan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, kepada wartawan, Minggu (6/10/2019).

BacaKronologi Penyekapan dan Penculikan Super Sadis Ninoy Karundeng Mirip ISIS

Suyudi tidak menjelaskan detail kapan dan di mana 3 tersangka baru itu diamankan polisi. Namun dia menyebut peran masing-masing tersangka berbeda-beda.

“Tersangka yang diamankan ABK, RF, dan IA. Perannya masing-masing ada,” jelas Suyudi

Pelaku yang ditangkap pertama kali berinisial RF dan S asal Jakarta, yang disebut polisi sebagai anggota sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sebelumnya, anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, Iskandar, angkat bicara soal Ninoy. Iskandar mengatakan jemaah dan pengurus masjid menyelamatkan Ninoy ketika tahu ada pemukulan.

Baca: Pegiat Medsos Ninoy Karundeng Diculik dan Disiksa oleh Orang Tak Dikenal

“Secara langsung saya tidak melihat. Kondisi beliau (Ninoy) ada di depan sini (di depan masjid), dipukuli massa. Kita tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba ada pemukulan. Kami dari jemaah masjid dan sekaligus pengurus DKM untuk menyelamatkan beliau kita masukan ke dalam pintu yang terbuka separuh,” kata Iskandar saat ditemui di Masjid Al-Falah, Jalan Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Jack Lapian mengatakan akan mengawal kasus tersebut hingga putusan tetap dari majelis hakim. Dia menuturkan bukti dan fakta di persidangan akan mengungkap kebenaran kasus itu.

“Kasus ini akan kita kawal sampai putusan tetap majelis hakim. Bukti dan fakta di persidangan akan membuka semua ini termasuk soal DKM, pengeroyokan, dan penyekapan di dalam masjid yang diceritakan oleh korban Ninoy,” jelasnya.

Baca: Polisi Tangkap 2 Pelaku Penculikan Pegiat Medsos Ninoy Karundeng

Jack Lapian sendiri meyakini Ninoy benar-benar mengalami penyekapan saat berada di dalam masjid. Dia menyebut sudah ada pengakuan dari para tersangka yang sudah tertangkap.

“Para tersangka infonya sudah mengakui perihal penyekapan dan pengeroyokan di dalam masjid,” tuturnya.

Sekjen DMI Imam Addaruqutni pun menyebut tindakan kelompok yang melakukan aksi kekerasan itu sebagai kezaliman. Ia menegaskan masjid seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi umat Islam.

“Kalau orang beda kelompok lalu ada pengadilan kekerasan fisik seperti pengeroyokan, itu adalah sebuah kezaliman. Apalagi dibawa ke masjid, itu kezaliman. Jadi mereka yang membawa ke masjid itu orang-orang zalim,” ujarnya. (ARN)

Iklan
  • Sidang Ahmad Dhani Ricuh
  • Radikalisme
  • Tokoh Lintas Iman
  • Pesan Ulama Suriah ke Rakyat Indonesia: Jangan Biarkan Paham Ekstrimisme Rasuki Anak Muda
  • Ustadz Rahmat Baequni, BUMN, Yusuf Muhammad
  • Bela NKRI dari Ideologi Khilafah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: