Arab Saudi

MbS Bunuh Pengawal Raja Saudi Karena Bongkar Ketidakbecusannya dalam Perang Yaman

Pembunuhan, Kriminal, Raja Arab Saudi

Arrahmahnews.com, Riyadh – Mayor Jenderal Abdul Aziz al-Fagham, pengawal Raja Salman, dibunuh oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman karena selama ini ia memberi tahu sang Raja tentang kenyataan perang melawan Yaman.

Surat kabar berbahasa Arab al-Quds al-Arabi menulis bahwa Raja Salman telah kehilangan kepercayaannya pada hampir semua orang, termasuk putra mahkota, dan telah mempercayakan al-Fagham dengan urusan perang Yaman.

Baca: Keluarga Kerajaan: Putra Mahkota Bunuh Pengawal Raja Salman untuk Jadi Raja Baru

“Al-Fagham telah memberitahu Raja Saudi tentang realitas perang Yaman, serangan terhadap Aramco dan ketidakpuasan para perwira militer dengan perilaku bin Salman dan ini telah meyakinkan MbS untuk membunuh pengawal setia ayahnya tersebut,” tambahnya.

Surat kabar itu juga mengatakan bahwa MbS membunuh beberapa petugas lain yang sudah tidak lagi ia percaya, dan menunjukkan bahwa sejumlah petugas yang menemaninya dalam upacara resmi sudah tidak ada lagi.

Baca: Mujtahid: MbS Dalang Pembunuhan Pengawal Raja Salman

Dalam laporan yang relevan Senin lalu, seorang pangeran Saudi yang tinggal di Jerman juga menyalahkan Mohammed bin Salman atas pembunuhan dua pengawal kerajaan, dengan mengatakan bahwa MbS ingin segera menyatakan dirinya sebagai raja baru.

Khalid bin Farhan al-Saud menulis di halaman twitter-nya bahwa “kita akan segera menyaksikan pengkhianat bin Salman untuk memperkenalkan dirinya sebagai raja”.

Baca: Pembunuhan Pengawal Raja Salman ‘Al-Fagham’ Terkait Kasus Khashoggi

Ia merujuk pada kematian Faisal al-Sho’aibi, salah satu pengawal Raja Salman, pada Agustus 2015 di Maroko dan pembunuhan al-Fagham, 47, petugas perlindungan pribadi raja yang paling tepercaya, dan mengatakan bahwa MbS berencana untuk segera menyatakan dirinya sebagai raja setelah menyingkirkan pengawal kerajaan ayahnya.

Farhan mengungkapkan bahwa rencana tersebut sedang dilaksanakan bekerjasama dengan CIA, dengan mengatakan bahwa mereka ingin mengganti penjaga kerajaan dengan tentara bayaran Blackwater untuk membuka jalan bagi MbS agar naik tahta. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.752 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: