News Ticker

Polisi: Insiyur S Serahkan Data Laptop Ninoy Karundeng ke Munarman

Arrahmahnews.com, Jakarta -Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengakui dirinya sempat meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta tempat Ninoy Karundeng diduga disekap dan dianiaya. Dia meminta rekaman CCTV kepada anggota dewan keluarga Masjid Al-Falah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membeberkan fakta baru terkait kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng. Polisi menyebut salah seorang tersangka mengirimkan data di laptop Ninoy ke Sekum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Baca: “Habib” Disebut dalam Penculikan Ninoy Karundeng, Jubir 212 Novel Bamukmin Dipanggil Polisi

“Kemudian ada juga insinyur S ya. Dia ini sekretaris dari pada DKM ya. Dia perannya dia ada di lokasi kejadian kemudian yang bersangkutan memerintahkan menyalin data dari laptop korban. Kemudian dia melaporkan semuanya kepada Pak Munarman. Selanjutnya dia juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (7/10/2019).

Polisi saat ini sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan Ninoy. Para tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda.

 

“Berkaitan viralnya korban Ninoy, tentunya ada laporan ke Polda Metro Jaya kita melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Polda Metro Jaya sudah menetapkan 11 tersangka,” ujar dia.

Dari 11 tersangka, 10 diantaranya ditahan di Polda Metro Jaya. Ada 1 tersangka yang tidak ditahan lantaran sedang sakit. Mereka yang sudah disematkan status tersangka yakni ABK, RF, IA, AA, ARS, YY, Baros, S, TR, SU, dan R.

Polisi juga, menurut Argo, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Salah seorang di antaranya Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar.

“Itu yang 11 tersangka kemudian yang 2 orang sedang diperiksa kita masih nunggu status dari pada yang bersangkutan, yaitu ada atas nama BD, itu ada di lokasi ikut mengintimidasi dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Dari 11 tersangka, ada 10 orang yang ditahan. Sementara satu orang lagi ditangguhkan karena sakit.

“Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya. Tadi udah saya sampaikan dari 11 orang tersangka ada 10 ditahan dan 1 ditangguhkan karena sakit dan yang 2 sedang diperiksa,” ujar Argo. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: