News Ticker

Jelang Invasi Turki, Pasukan AS Mulai Mundur dari Suriah Utara

Arrahmahnews.com, SURIAH – Pasukan AS pada hari Senin mulai menarik diri dari posisi mereka di sepanjang perbatasan timur laut Suriah menjelang invasi yang akan dilakukan oleh Turki. Penarikan Pasukan AS ini disampaikan oleh pasukan Kurdi yang selama ini bersekutu dengan mereka.

New York Post melaporkan pada Senin (07/10) bahwa Milisi Kurdi di Suriah itu mengatakan bahwa serangan Turki tersebut akan membalikkan kemenangan yang sebelumnya telah mereka peroleh.

Perkembangan terjadi beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa “Turki akan segera bergerak maju dengan operasinya yang telah lama direncanakan ke Suriah Utara.”

Baca: AS Umumkan Tak Terlibat Operasi Turki di Suriah Utara

“Pasukan AS, yang telah mengalahkan kekhilafahan ISIS di Suriah, tidak akan berada di sekitar area (operasi Turki),” ujar juru bicara Donald Trump mengumumkan. “Sekarang, Turki akan bertanggung jawab untuk semua (mantan) militan ISIS di area tersebut,” lanjutnya.

Sementara, seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya kemungkinan besar akan menunggu sampai pasukan Amerika telah mundur sebelum melancarkan serangan untuk menghindari “kecelakaan”, menambahkan bahwa akan diperlukan waktu sekitar seminggu bagi pasukan AS untuk meninggalkan area operasi yang direncanakan.

Para milisi Kurdi Suriah kini menuduh Washington gagal mematuhi komitmennya kepada sekutu-sekutu penting dalam perang melawan kelompok terror ini, sebuah perubahan besar dalam kebijakan AS.

Baca: Kelompok Teroris Dukungan Turki Bergabung dalam Operasi di Suriah Utara

Tidak ada konfirmasi segera dari Gedung Putih pada hari Senin tentang pergerakan pasukan AS di Suriah utara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan pasukan AS telah mulai menarik diri dari posisi mereka, dan sebuah video yang diposting oleh outlet berita Kurdi menunjukkan bahwa konvoi kendaraan lapis baja Amerika yang tampaknya keluar dari daerah perbatasan Tal Abyad.

Erdogan tidak merinci invasi Turki yang direncanakan tetapi mengatakan Ankara bertekad untuk menghentikan apa yang dianggapnya sebagai ancaman dari para pejuang Kurdi Suriah, yang Turki anggap sebagai kelompok teroris. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: