News Ticker

Milisi Pimpinan Saudi Perkosa Puluhan Anak di Yaman

YAMAN – Sebuah organisasi hak asasi manusia internasional mengungkapkan bahwa gerilyawan yang berafiliasi dengan koalisi Saudi-UEA telah memperkosa puluhan anak di barat daya Yaman, dan menyerukan tindakan hukum terhadap mereka.

Organisasi Perdamaian Internasional untuk Bantuan dan Hak Asasi Manusia yang berpusat di Stockholm menyiapkan laporan lapangan yang mengatakan bahwa 12 anak-anak, beberapa di antaranya berusia 8 tahun, diperkosa oleh anggota koalisi yang dipimpin Saudi.

Laporan tersebut mencakup kesaksian anggota keluarga dari empat korban laki-laki yang telah mengungkapkan milisi yang dipimpin Arab Saudi telah memperkosa anak-anak mereka dalam 8 bulan terakhir.

BacaJubir Militer: Pasukan Yaman Siap Penuh Balas setiap Tindakan Permusuhan

Mereka mengatakan bahwa dalam dua kasus, anak-anak diperkosa oleh anggota partai al-Islahi yang merupakan cabang Ikhwan al-Muslimin di Yaman dan sekutu Arab Saudi.

Investigasi oleh Amnesty International juga mengungkapkan pada bulan Maret bahwa anak-anak berusia delapan tahun telah diperkosa di kota Ta’iz. Para tersangka adalah anggota milisi yang didukung oleh Koalisi pimpinan Arab Saudi, dan belum dimintai pertanggungjawaban.

Keluarga empat anak lelaki itu mengatakan kepada Amnesty International bahwa putra-putra mereka telah mengalami pelecehan seksual dalam serangkaian insiden selama beberapa bulan terakhir.

“Kesaksian memilukan dari para anak-anak ini dan keluarga mereka mengungkapkan bagaimana konflik yang berkelanjutan telah membuat anak-anak rentan dieksploitasi secara seksual di sebuah kota yang dilanda perang. Para korban dan keluarga mereka dibiarkan tidak terlindungi dan sendirian untuk menghadapi cobaan mengerikan pelecehan seksual dan akibatnya,” kata Heba Morayef, Direktur Regional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International.

Amnesty International telah mendokumentasikan empat kasus kekerasan seksual, yaitu pemerkosaan tiga anak dan percobaan kekerasan seksual terhadap anak keempat.

Kasus-kasus ini yang didokumentasikan oleh Amnesty International tampaknya bukan satu-satunya insiden. Keluarga dan aktivis setempat melaporkan setidaknya dua kasus lain di mana keluarga terlalu takut untuk berbicara, takut pembalasan dari milisi lokal yang sebagian besar didukung oleh anggota Koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Dua dari empat keluarga yang terkena dampak harus pindah, karena takut akan pembalasan dari milisi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: