News Ticker

Ribuan Teroris ISIS Diperkirakan Melarikan Diri dari Penjara Kurdi

Arrahmahnews.com SURIAH – Kekhawatiran meningkat bahwa ribuan teroris Daesh/ISIS mungkin melarikan diri dari penjara-penjara Suriah, karena penjaga penjara Kurdi dilaporkan meninggalkan pos mereka untuk bersiap melawan militer Turki yang telah memulai operasi melawan Kurdi di Suriah Utara.

Para pejabat AS pada hari Rabu mengkonfirmasi kepada CNN bahwa beberapa gerilyawan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang bersekutu dengan AS telah meninggalkan pos mereka di penjara-penjara yang menahan para tahanan Daesh dan menuju ke utara sebelum serangan Turki dimulai.

Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS juga telah memperingatkan pada bulan Juni bahwa Daesh telah mendirikan “sel-sel untuk kebangkitannya” di Suriah.

Ratusan tahanan Daesh terus ditahan di penjara sementara dekat perbatasan Turki, menurut pejabat pertahanan AS.

BacaTurki Mulai Lakukan Operasi Militer ke Timur Laut Suriah

Laporan CNN mengatakan para pejabat telah lama memperingatkan tentang kerentanan “penjara” yang menampung sekitar 11.000 hingga 12.000 teroris Daesh yang ditangkap di medan perang, 2.000 di antaranya adalah warga asing bukan dari Irak atau Suriah.

Di tengah kekhawatiran yang berkembang atas kaburnya para tahanan itu, presiden AS mengatakan pada hari Rabu bahwa beberapa narapidana Daesh paling berbahaya telah dipindahkan ke “daerah lain.”

Beberapa jam setelah pengumuman Donald Trump, seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi kepada ABC News bahwa militer AS telah menahan dua “individu bernilai tinggi” – dari SDF. Keduanya dikatakan sebagai teroris “Beatles” Daesh Inggris yang terkenal karena merekam pemenggalan kepala tahanan oleh kelompok Takfiri.

“Mereka ditahan di penjara militer AS sesuai dengan hukum perang. Mereka telah dipindahkan dari Suriah dan berada di lokasi yang aman.”

“Kami telah mengalahkan kekhalifahan,” katanya, menggunakan istilah itu untuk menggambarkan keberadaan teritorial Daesh. “Ada sel-sel ISIS yang tersisa,” tambah Pompeo.

Pasukan pimpinan Kurdi yang mengendalikan timur laut Suriah mengatakan serangan udara Turki pada Rabu, menghantam sebuah penjara yang menahan gerilyawan Daesh yang ditahan.

“Salah satu penjara tempat Daesh ditahan terkana serangan udara Turki,” kata SDF dalam sebuah tweet, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Turki, militer negara itu sejauh ini telah mencapai 181 posisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) – tulang punggung SDF – di Suriah Utara.

Serangan Turki secara resmi dimulai pada hari Rabu setelah presiden AS memberi lampu hijau kepada Turki untuk melanjutkan langkah yang telah direncanakannya terhadap para pejuang Kurdi.

Keputusan Donald Trump untuk “mengkhianati” sekutu Kurdi telah memicu reaksi keras dari sekutu Republik.

Marah dengan Trump karena menyetujui ofensif Turki, Sens. Lindsey Graham, R-S.C. dan Chris Van Hollen, D-Md. beralih ke undang-undang sanksi.

BacaRusia Serukan Dialog Antara Pemerintah Suriah dan Kurdi

Beberapa jam setelah Turki memulai serangannya ke Suriah, pasangan ini merilis garis besar untuk rancangan undang-undang sanksi Turki yang luas yang menargetkan sektor-sektor pertahanan dan energi Ankara serta para pejabat tinggi Turki, termasuk Presiden Erdogan. Sanksi akan berakhir ketika Turki mengakhiri serangannya ke timur laut Suriah.

“Sementara pemerintah menolak untuk bertindak melawan Turki, saya mengharapkan dukungan bipartisan yang kuat,” tulis Graham saat merilis garis besar RUU sanksi di Twitter. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: