News Ticker

TERBONGKAR! Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

Wiranto, Menkopolhukam, Teroris Teroris JAD Bekasi

Arrahmahnews.com, Jakarta – Polri menyebutkan jumlah pelaku yang menyerang Menkopolhukam Wiranto dan Kapolsek Pandeglang yang berjumlah dua orang. Sebelumnya pihak Polda Banten menyebutkan pelaku berada di lokasi berada istrinya.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kedua pelaku itu berjenis kelamin pria dan wanita.

Menurut Dedi, Polda Banten kini masih menyelidiki keterlibatan keduanya pada jaringan tindak pidana terorisme di wilayah Banten.

Baca: Berjenggot dan Bercadar Ciri-ciri 2 Penyerang Wiranto di Pandeglang

“Pelakunya ada dua orang, satu pria dan satunya lagi wanita,” tuturnya, Kamis (10/10/2019).

Dedi menjelaskan kedua pelaku penyerangan itu sudah diamankan oleh Polda Banten. Densus 88 Antiteror yang langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), usai Wiranto dan Kapolsek ditusuk kedua orang tersebut.

“Keduanya masih kami selidiki keterlibatannya,” kata Dedi.

Pelaku Penusukan

  1. Saudari Fitri Andriana binti Sunarto, Brebes 05 mei 1998, Agama Islam alamat desa Sitanggai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes (untuk saat ini yang bersangkutan tinggal/ngontrak di Kampung Sawah Desa/Kec. Menes Kab. Pandeglang)
  2. Saudara Syahril Alamsyah alias Abu Rara, Medan, 24-08-1988, Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Pelaku Penusukan Wiranto Murid Abu Zee Kelompok JAD Bekasi

Tim Detasemen Khusu (Densus) 88 Antiteror menangkap sembilan terduga teroris pada, Senin (23/9/2019) kemarin. Sembilan terduga teroris tersebut tergabung dalam satu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi yang terkoneksi dengan Bandung.

Baca: Kronologi Penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten

Salah satu terduga teroris yang diringkus adalah Abu Zee. Penangkapan terhadap Abu berlangsung di kediamannya di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, Abu Zee mempunyai peran tersendiri. Ia bertugas mengkoordinir anggota yang ingin masuk JAD Bekasi.

“Keterlibatanya merupakan Amir dan mengkoordinir ikhwan untuk bergabung ke Bekasi,” kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (24/9/2019).

Menurut Argo, Abu Zee juga berperan mengajarkan ilmu bela diri kepada anggota JAD Bekasi. Latihan bela diri itu rutin diadakan setiap hari Minggu di Perumahan Cluster Paris Residence, Bekasi.

Selain itu polisi menuidng Abu Zee juga berperan menikahkan anggota JAD Bekasi. Tercatat, empat pasangan telah dinikahkan oleh Abu Zee.

Baca: Waspada Teror Kelompok Radikal, Penculikan Ninoy Karundeng Hingga Penusukan Wiranto

“Abu Zee menikahkan Asep Roni dan Sutiyah, Syarial Alamsyah alias Abu Rara dan Fitria Adriana, Devi Rusli Warni dan Putri, Parjo dan Ummu Farida di kontrakan Abu Zee,” kata dia.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bekasi.

Lebih lanjut, Abu Zee juga memunyai rencana untuk melakukan amaliyah untuk menyerang pos kepolisian. Bahkan, ia melakukan idad di Gunung Salak Bogor.

“Abu Zee keterlibatannya merencanakan aksi amaliyah dengan menyerang pos kepolisian,” jelas Argo.

Dari penangkapan terhadap Abu Zee, polisi menyita berbagai macam barang bukti. Mulai dari bendera ISIS, busur panah, hingga buku radikalisme.

“Barang bukti yang ditemukan 1 bendera ISIS besar, 2 busur panah, 1 buku radikalisme, 3 buah samsak tangan, 2 samsak tendang, 1 buah pisau lipat, 1 tongkat turlalin dan barang bukti lainnya,” tutupnya. (ARN/MelekPolitik)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: