News Ticker

Turki Mulai Lakukan Operasi Militer ke Timur Laut Suriah

Arrahmahnews.com ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pasukan militer dan militan yang didukung Turki dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah melancarkan serangan ke Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) untuk mengusir mereka jauh dari daerah perbatasan.

“Operasi Perdamaian Spring (Peace Spring) akan menetralisir ancaman teror terhadap Turki dan mengarah pada pembentukan zona aman, serta memfasilitasi kembalinya pengungsi Suriah ke tanah air mereka,” klaim Erdogan.

“Kami akan menjaga integritas teritorial Suriah dan membebaskan komunitas lokal dari teroris,” tulis Erdogan dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter resminya pada hari Rabu.

BacaPanglima SDF Pertimbangkan Kemitraan dengan Assad Pasca Dikhianati AS

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa tentara Turki melancarkan operasi di utara dengan melakukan serangan udara di kota Ras al-Ayn, timur laut al-Hasakah.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi anti-Damaskus dari militan Kurdi menyatakan bahwa pesawat tempur Turki menggempur daerah itu, dan menyebabkan “kepanikan besar di antara warga sipil.”

Ankara memandang YPG sebagai cabang kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) Suriah, yang memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki sejak 1984.

Dua jet tempur lepas landas dari pangkalan udara Diyarbakir di tenggara Turki ketika Ankara melancarkan operasi militer ke timur laut Suriah, kantor berita AFP melaporkan.

CNN Turk melaporkan bahwa beberapa ledakan besar mengguncang Ras al-Ayn, dan suara pesawat bisa terdengar terbang di atas kepala.

Laporan itu menambahkan bahwa asap dapat terlihat naik dari bangunan-bangunan di kota.

SDF mengatakan ‘siap menghadapi serangan apa pun’.

BacaSekjen Hizbullah: Amerika Tak Bisa Dipercaya, Selalu Tikam Sekutu dari Belakang

“Turki mencoba membuka jalan baru bagi tentara bayaran Daesh (kelompok teroris Takfiri) dengan serangan tersebut dan sedang mencoba untuk memperpanjang hidup kelompok-kelompok ini. Kami tidak setuju dengan serangan apa pun oleh Turki dan orang-orang yang mendukungnya.

“Dunia tahu alasan di balik serangan terhadap timur laut Suriah, oleh karena itu kami menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia, Uni Eropa dan PBB untuk mengambil sikap menentang serangan Turki. Siapa pun yang tidak bergerak melawan serangan Turki dianggap pendukungnya,” kata Juru Bicara SDF, Ahmad Mousa.

“Kami mengirim pesan ke seluruh dunia, bahwa kami tidak akan menargetkan Turki tetapi jika mereka bersikeras menyerang dan menduduki tanah kami, maka kami berhak mempertahankan diri sampai darah terakhir. Kami siap menghadapi serangan apa pun,” kata Mousa.

Turki memanggil utusan AS untuk pengarahan serangan di Suriah

Sementara itu, CNN Turk melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar AS untuk Ankara, David M. Satterfield, untuk memberi pengarahan kepadanya tentang serangan militer  ke timur laut Suriah.

Suriah bersumpah akan menghadapi operasi Turki

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Suriah dan Ekspatriat mengutuk serangan militer yang direncanakan Turki ke posisi Kurdi di timur laut Suriah, dan menekankan tekad pemerintah Damaskus untuk menghadapi “agresi Turki dengan segala cara.”

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu bahwa pemerintah Suriah mengutuk “niat agresif rezim Turki” serta pembangunan militer Ankara di dekat perbatasan Suriah, yang merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.”

“Perilaku agresif” ini mengungkap “ambisi ekspansif” Turki di Suriah, dan menekankan bahwa serangan Turki tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, kata pernyataan itu.

Kementerian luar negeri Suriah juga menyalahkan para militan SDF pimpinan Kurdi atas situasi terkini di timur laut Suriah, dengan mengatakan mereka telah diperingatkan untuk tidak menjadi proxy dan menjadi alat yang melayani AS.

Kementerian menggarisbawahi bahwa pemerintah Suriah bertekad menghadapi agresi Turki dengan segala cara. Sementara pintu dialog dengan Kurdi terbuka lebar yang ingin “kembali ke akal sehat” dan mencapai kesepakatan dengan pemerintah Suriah.

Liga Arab menyuarakan keprihatinan atas operasi Turki di Suriah

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan “keprihatinan dan kekhawatiran yang mendalam” atas operasi militer Turki di wilayah Suriah.

Organisasi pan-Arab, dalam sebuah pernyataan, menggambarkan serangan Turki yang direncanakan sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan ancaman serius bagi integritas wilayah Suriah.”

“Rencana Turki juga akan membuka pintu bagi kemunduran yang lebih besar dari kondisi kemanusiaan dan keamanan di Suriah,” tambahnya. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: